keterampilan berbahasa

PENGERTIAN DAN FUNGSI MENULIS
Oleh: Imron Rosidi


            Kalau kita berbicara masalah sejarah dan pentingnya sebuah tulisan, tentunya kita sepakat bahwa sampai sekarang belum ditemukan secara pasti kapan sebuah tulisan itu ditemukan. Akan tetapi, apabila kita membicarakan masalah pentingnya sebuah tulisan, tentunya kita bisa menjawab sebagai bahan referensi, bahan dokumentasi, sumber ilmu, dan masih banyak lagi. Al-Quran pun masih tetap terjaga keaslihannya sampai saat ini karena adanya tulisan.
            Sejarah suatu bangsa, sejarah manusia, sejarah sebuah ilmu pengetahuan, dapat diketahui karena adanya tulisan, meskipun pada saat itu bentuk dan media tulisan tidak secanggih saat ini. Kita bisa menemukan sejarah suatu bangsa dari tulisan-tulisan pada bebatuan, kulit kayu, maupun daun lontar. Misteri sejarah Mesir Kuno pun terkuak ketika pada tahun 1799, seorang serdadu Perancis menemukan sebuah batu bertulis di dusun Roseta tidak jauh dari muara Sungai Nil.
            Ada empat keterampilan berbahasa yang diterima oleh seseorang secara berurutan. Keterampilan tersebut adalah menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Di antara keempat keterampilan berbahasa tersebut, menulis merupakan keterampilan tertinggi yang dimiliki oleh seseorang. Keterampilan menulis diterima seseorang setelah dia mampu membaca. Seorang siswa di kelas awal tentunya masih berlajar membaca dahulu sebelum belajar menulis. Masih ingat khan?
            Menulis merupakan sebuah kegiatan menuangkan pikiran, gagasan, dan perasaan seseorang yang diungkapkan dalam bahasa tulis. Menulis merupakan kegiatan untuk menyatakan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan yang diharapkan dapat dipahami oleh pembaca dengan berfungsi sebagai alat komunikasi secara tidak langsung. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa menulis merupakan kegiatan seseorang untuk menyampaikan gagasan kepada pembaca dalam bahasa tulis agar bisa dipahami oleh pembaca. Seorang penulis harus memperhatikan kemampuan dan kebutuhan pembacanya.
            Kegiatan menulis sangat penting dalam pendidikan karena dapat membantu siswa berlatih berpikir, mengungkapkan gagasan, dan memecahkan masalah. Menulis adalah suatu bentuk berpikir, yang juga merupakan alat untuk membuat orang lain (pembaca) berpikir. Dengan menulis, seseorang siswa mampu mengkonstruk berbagai ilmu atau pengetahuan yang dimiliki dalam sebuah tulisan, baik dalam bentuk esai, artikel, laporan ilmiah, cerpen, puisi, dan sebagainya.
            Seorang penulis tidak saja harus menguasai prinsip-prinsip menulis, berwawasan dan berpengetahuan luas (memadai), menguasai kaidah-kaidah bahasa, terampil menyusun kalimat dalam sebuah paragraf, tetapi juga harus mengetahui prinsip-prinsip berpikir. Penulis harus memiliki berbagai informasi tentang apa yang akan ditulis. Informasi tersebut dapat diperoleh dari membaca dan mendengarkan dari berbagai sumber dan media informasi. Tidak ada seorang penulis pun yang malas membaca. Dengan demikian, camkan bahwa don’t write if you don’t read. Tidak akan mampu menulis dengan baik apabila kamu tidak membaca. Membaca merupakan kunci sukses seorang siswa yang ingin menjadi penulis.
            Bahkan, pada sekitar tahun 845 M, para pemikir muslim telah banyak menghasilkan sebuah tulisan karena kegilaannya membaca. Ambil saja contoh Ar-Razi sebagai peletak dasar ilmu kimia yang telah menghasilkan lebih dari 220 judul buku. Begitu juga Ibnu Tamiyah yang tidak mau sedikit pun waktunya hilang hanya karena harus buang air besar. Beliau meminta muridnya untuk membacakan sebuah buku dengan suara nyaring ketika beliau berlama-lama di kamar kecil. Melalui kegetolannya dalam membaca, beliau berhasil menulis buku berjudul Al-Aqidah A-Wa’sithyiyyah.

Tujuan Menulis
            Kalau Anda ingin menjadi seorang penulis, Anda tidak boleh egois. Anda tidak boleh hanya berpikir Who am I? Misalnya, mentang-mentang penulisnya seorang doktor, dia banyak menggunakan istilah-istilah asing dalam tulisannya. Dia juga senang menggunakan kalimat-kalimat kompleks agar terkesan rumit. Padahal, dia sedang menulis tentang sebuah topik yang diperuntukkan pembaca pada tingkat anak-anak. Tentunya, tulisan yang dihasilkan akan sulit dimengerti oleh pembacanya. Ingat, seorang penulis setidak-tidaknya memperhatikan tiga hal dalam tulisannya, yaitu: (1) unsur informatif, (2) unsur pendidikan, dan (3) unsur hiburan. Dengan memperhatikan ketiga hal tersebut diharapkan sebuah tulisan dapat digemari oleh pembacanya.
            Sebuah tulisan yang baik harus disesuaikan dengan berbagai situasi. Situasi yang dimaksud meliputi:
a. tujuan menulis (perubahan yang diharapkan terjadi pada diri pembaca);
b. keadaan dan tingkat kemampuan pembaca (kelompok usia, terpelajar/tidak terpelajar,     pebisnis atau bukan);
c. keadaan yang terlibat dalam penulisan (waktu, tempat, kejadian atau peristiwa, masalah     yang memerlukan pemecahan, dan sebagainya.

            Tujuan menulis itu bermacam-macam bergantung pada ragam tulisan. Secara umum, tujuan menulis dapat dikategorikan sebagai berikut.
a. Memberitahukan atau menjelaskan
            Tulisan yang bertujuan memberitahukan atau menjelaskan sesuatu biasa disebut dengan karangan eksposisi. Karangan eksposisi adalah karangan yang berusaha untuk menjelaskan sesuatu kepada pembaca dengan menunjukkan berbagai bukti-bukti konkret dengan tujuan untuk menambah pengetahuan pembaca. Pembaca yang belum mengenal pesawat tempur F 16 akan memahami tentang jenis pesawat ini setelah membaca karangan dengan judul Kecanggihan Pesawat F 16. Contoh lain karangan eksposisi, misalnya Proses Pembuatan Tempe, Peran Pelajar di era Global, dan Fungsi Teknologi Informasi bagi Siswa.
b. Meyakinkan atau mendesak
            Pernahkah Anda mendengar kalimat dalam sebuah diskusi kelas ‘Apa argumen Saudara?’ Arti argumen tersebut adalah alasan untuk meyakinkan seseorang. Alasan tersebut bisa berupa uraian, angka-angka, tabel, grafik, dan contoh-contoh. Dengan demikian tujuan tulisan ini adalah meyakinkan pembaca bahwa apa yang disampaikan penulis benar sehingga penulis berharap pembaca mau mengikuti pendapat penulis. Contoh karangan ini yang bisa siswa buat misalnya Jadilah Siswa Sukses, Beralihlah ke Quantum Learning, dan sebagainya.
c. Menceritakan Sesuatu
            Tulisan yang bertujuan untuk menceritakan suatu kejadian kepada pembaca disebut dengan karangan narasi. Karangan narasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu narasi ekspositoris (nyata) dan narasi sugestif (fiksi). Narasi ekspositoris misalnya sejarah, biografi, dan otobiografi, sedangkan narasi sugestif misalnya cerpen, novel, dan legenda. Contoh karangan narasi ekspositoris misalnya Peperangan Pangeran Diponegoro, Kisah Sukses Seorang Habibie, Sejarah Berdirinya SMA X, sedangkan narasi sugestif misalnya Robohnya Surau Kami, Legenda Suroboyo, dan Si Malin Kundang.
d. Mempengaruhi Pembaca
            Mungkin Anda pernah membaca janji-janji yang disampaikan oleh juru kampanye pada surat kabar atau majalah. Atau mungkin, Anda pernah membaca sebuah iklan dalam surat kabar atau majalah. Apa yang disampaikan juru kampanye dan pemasang iklan itu bertujaun untuk mempengaruhi atau membujuk pembaca agar pembaca mengikuti kehendak penulis dengan menampilkan bukti-bukti yang sifatnya emosi (tidak nyata). Kalimat-kalimat Pakailah Dove, maka kulit Anda akan putih dalam tiga minggu; atau Selalulah menggunakan pensil 2 B karena dengan pensil 2 B Anda pasti lulus UN merupakan kalimat yang ingin mempengaruhi pembaca. Kalimat tersebut bersifat persuasif sehingga disebut dengan karangan persuasi.
e. Mengambarkan Sesuatu
            Penulis karangan deskripsi tak ubahnya seorang pelukis. Yang membedakan keduanya adalah media yang digunakan, yaitu pena dan kanvas. Penulis karangan deskripsi bertujuan agar pembaca seolah-olah ikut merasa, melihat, meraba, dan menikmati objek yang dilukiskan penulis. Seseorang bisa seolah-olah melihat dan merasakan eloknya sebuah kantor pos setelah dia membaca karangan deskripsi dengan judul Keelokan Kantor Pos di Chicago. Perhatikan contoh karangan deskripsi berikut!
            Kamar tidurku tidaklah begitu luas. Ukurannya hanya 3 x 4 meter. Pintu kamarku berada di depan ruang keluarga. Kalau Anda masuk, sebelah kiri pintu tampaklah meja belajar. Di dalamnya terdapat sebuah ranjang berukir yang terbuat dari besi dengan kasur yang ditutupi seprai berwarna merah jambu. Sebelah kanan tempat tidur tampak sebuah lemari pakaian.
            Dalam kenyataannya, pengungkapan suatu tujuan dalam sebuah tulisan tidak dapat secara ketat, melainkan sering bersinggungan dengan tujuan-tujuan yang lain. Akan tetapi, biasanya dapat diusahakan ada satu tujuan yang dominan dalam sebuah tulisan yang memberi nama keseluruhan tulisan atau karangan tersebut.

            Ditinjau dari sudut kepentingan pengarang, menulis memiliki beberapa tujuan, yaitu sebagai berikut.
a. tujuan penugasan
            Pada umumnya para pelajar menulis sebuah karangan dengan tujuan untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh guru atau sebuah lembaga. Bentuk tulisan ini biasanya berupa makalah, laporan, ataupun karangan bebas.
b. tujuan estetis
            Para sastrawan pada umumnya menulis dengan tujuan untuk menciptakan sebuah keindahan dalam sebuah puisi, cerpen, maupun novel. Untuk itu, penulis pada umumnya memperhatikan benar pilihan kata atau diksi serta penggunaan gaya bahasa. Kemampuan penulis dalam mempermainkan kata sangat dibutuhkan dalam tulisan yang memiliki tujuan estetis.
c. tujuan penerangan
            Surat kabar maupun majalah merupakan salah satu media yang berisi tulisan dengan tujuan penerangan. Tujuan utama penulis membuat tulisan adalah untuk memberi informasi kepada pembaca.
d. tujuan pernyataan diri
            Anda mungkin pernah membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan pelanggaran lagi, atau mungkin menulis surat perjanjian. Apabila itu benar, berarti Anda menulis dengan tujuan untuk menegaskan tentang apa yang telah diperbuat. Bentuk tulisan ini misalnya surat perjanjian maupun surat pernyataan.
e. tujuan kreatif
            Menulis sebenarnya selalu berhubungan dengan proses kreatif, terutama dalam menulis karya sastra, baik itu berbentuk puisi maupun prosa. Anda harus menggunakan daya imajinasi secara maksimal ketika mengembangkan tulisan, mulai dalam mengembangkan penokohan, melukiskan setting, maupun yang lain.
f. tujuan Konsumtif
            Ada kalanya sebuah tulisan diselesaikan untuk dijual dan dikonsumsi oleh para pembaca. Penulis lebih mementingkan kepuasan pada diri pembaca. Penulis lebih berorientasi pada bisnis. Salah satu bentuk tulisan ini adalah novel-novel populer karya Fredy atau Mira W., atau yang lainnya.

Bagaimana Tulisan yang Baik?
            Pada prinsipnya, setiap penulis mengharapkan agar pembaca memberikan respons yang baik terhadap karyanya. Oleh sebab itu, mau tidak mau, penulis harus berusaha agar mampu menyajikan tulisannya dengan menarik dan mudah dipahami dengan harapan buku yang ditulis laku keras di pasaran atau bestseller. Untuk menjadikan buku yang kita tulis menjadi buku yang bestseller tentunya tidaklah mudah. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
Adapun ciri-ciri tulisan yang baik adalah sebagai berikut.
a. Tulisan merupakan hasil rakitan dari berbagai bahan atau pengetahuan yang dimiliki oleh     penulis. Tulisan bukan hanya sekadar tempelan-tempelan bahan yang diperoleh penulis     dari berbagai literatur atau bahan bacaan. Apabila ini terjadi, penulis bukan sebagai     perakit, tetapi hanyalah sebagai pemulung. Buku yang hanya terkesan sebagai tempelan     bahan bukan merupakan tulisan yang baik. Tulisan tidak lancar dan seakan-akan     terpotong-potong mengakibatkan ketidakutuhan sebuah tulisan.
b. Mencerminkan kemampuan penulis untuk menulis dengan jelas dan tidak samar-samar,     memanfaatkan struktur kalimat dengan tepat, dan memberi contoh-contoh yang     diperlukan sehingga maknanya sesuai dengan yang diinginkan oleh penulis. Dengan     demikian, pembaca tidak perlu bersusah-susah memahami makna yang tersurat dan     tersirat dalam sebuah tulisan.
c. Mencerminkan kemampuan penulis untuk menulis secara meyakinkan, menarik minat     pembaca terhadap pokok pembicaraan, serta mendemontrasikan suatu pengertian yang     masuk akal. Dalam hal ini haruslah dihindari penyusunan kata-kata dan pengulangan     hal-hal yang tidak perlu. Setiap kata haruslah menunjang pengertian yang sesuai dengan     yang diinginkan oleh penulis.
d. Mencerminkan kemampuan penulis untuk mengkritisi masalah tulisannya yang pertama     serta memperbaikinya. Seorang penulis hendaknya bersedia dan mampu merevisi     naskah pertamanya.
e. Mencerminkan kebanggaan penulis terhadap naskah yang dihasilkan. Penulis harus     mampu mempergunakan ejaan dan tanda baca secara saksama, memeriksa makna kata     dan hubungan ketatabahasaan dalam kalimat-kalimat sebelum menyajikan
    kepada para pembaca. Penulis yang baik menyadari benar-benar bahwa hal-hal kecil     seperti itu dapat memberi akibat yang kurang baik terhadap karyanya.

Secara singkat, ciri-ciri tulisan yang baik sebagai berikut.
a. Jujur             : Jangan mencoba untuk memalsukan gagasan atau sebuah ide karena                            Anda kurang memiliki pengetahuan yang cukup terhadap apa yang                            akan Anda tulis.
b. Jelas              : Jangan   membingungkan   para   pembaca  dengan   kalimat - kalimat                            kompleks dan penjelasan yang bertele-tele.
c. Singkat          : Jangan   memboroskan  waktu  para   pembaca  dengan  penjelasan -                            penjelasan yang dirasa tidak perlu.
d. tidak monoton : Jangan menggunakan kalimat yang berpola sama. Panjang kalimat yang                            bervariasi dapat menghindari kebosanan pada diri pembaca.

Komentar :

ada 11 komentar ke “keterampilan berbahasa”
Anonim mengatakan...
pada hari 

trimakasih pak,,,,,,
setelah membaca blog bapak ini saya jadi mengerti bagaimana jadi seorang penulis yang baik !seorang penulis yang baik memang tidak hanya memikirkan kesenangan pribadi melainkan berusaha bagaimana karya tulis itu bisa memberikan manfaat dan membuat pembaca menjadi tertarik untuk membacanya.........

Yanurita Candra E.
PBSI 06/B

Anonim mengatakan...
pada hari 

assalamualaikum wr.wb
pak imron, sebenarnya saya suka menulis yaitu cerpen. setelah saya membaca beberapa jabaran atau penjelasan dari artikel menulis diatas sya optimis terhadap tulisan saya. akan tetapi, cerpen yang saya buat selalu mendapat kritikan tentang kebahasaannya yang saya tanyakan apakah kita tidak boleh menggunakan bahasa campuran misalnya saja bahasa gaul sehari-hari, bahasa jawa dan lain-lain? karena menurut orang yang mengomentari tulisan saya tidak menjual dan tidak ada ketertarikan.
sebaiknya dicantumkan juga cara memilih tema dan bahasa yang baik.
terima kasih sebelumnya pak.
winda yuli afsari
PBSI 2006/B

Anonim mengatakan...
pada hari 

Saya bangga punya dosen seperti bapak...
bapak sering bilang menulis adalah sesuatu yang sangat mudah dan menguntungkan,dengan banyak syarat yang harus dipenuhi.tapi lain dengan saya,disaat saya ada dihadapan bapak dengan mendengarkan kisah perjalanan suksesnya menulis,saya antusias untuk menulis,namun selalu mengalami kesulitan.Dengan demikian saya berharap bapak mengeluarkan sebuah buku yang bisa membangkitkan semangat menulis bagi semua orang,termasuk saya(bukan hanya bagi pelajar).
Ghoniyatuz Zahroh/0720717104
PBSI
2006/B

miftakhulo firdaus ekonomi 2008/B mengatakan...
pada hari 

setelah membaca keterangan di atas saya mengerti bagaimana seharusnya menjadi seorang penulis yang baik,,,,

serpih hati mengatakan...
pada hari 

bangga banget hari gini masih ada orang kaya bapak...yang masih sempet mikirin tentang tulisan-coz menulis dah jadi hal tabu bagi sebagaian orang...SEMANGAT...YO PAK

Agus Zamizar Keusuma mengatakan...
pada hari 

pak,, sebaiknya dibuat referensinya...???
kana saya sangat membutuhkan referensi dalam membuat skripsi saya!!!
terima kasih jika bapak berkenan memuatnya

Lisensi Afni mengatakan...
pada hari 

lho tadi judulnya pengertian dan fungsi menulis tapi fungsi menulis ko gak ada di cantumkan secara jelas.thanks

Anonim mengatakan...
pada hari 

pak bisa membantu saya membuat peta konsep menulis diskusi tidak? trima kasih pak...

faizal rinzani mengatakan...
pada hari 

terima kasih atas artikelnya, Pak. ini sangat bermanfaat karena istri saya lg buat skripsi tentang keterampilan berbahasa dengan menggunakan metode bercerita.
anakbenuakaltim.blogspot.com

Anonim mengatakan...
pada hari 

dodit auliya
x mo smkn 2 purwosari

wah artikel bapak bagus tapi sayang anda memberi semangat untuk tetap berkarya sementara karya mahasiswa anda sering anda publikasikan, sayng donk????????????

Ariny Sandra mengatakan...
pada hari 

ariny sandra
universitas sriwijaya

terimakasih pak, artikel anda sangat bermanfaat.

Poskan Komentar