keterampilan berbahasa

MENYIMAK


A. Pengertian Penyimak
            Menyimak adalah mendengar secara khusus dan terpusat pada objek yang disimak (panduan bahasa dan sastra Indonesia, Natasasmita, 1995: 18). Menyimak dapat didefinisikan suatu aktivitas yang mencakup kegiatan mendengar dan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menilik, dan mereaksi atas makna yang terkandung dalam bahan simakan (Tarigan; 1991: 4).

B. Tujuan Menyimak
            Tujuan utama menyimak adalah untuk menangkap dan memahami pesan, ide serta gagasan yang terdapat pada materi atau bahasa simakan. Dengan demikian tujuan menyimak dapat dijabarkan sebagai berikut:
a. Menyimak memperoleh fakta atau mendapatkan fakta
b. Untuk menganalisis fakta
c. Untuk mengevaluasi fakta
d. Untuk mendapatkan inspirasi
e. Untuk mendapatkan hiburan atau menghibur diri

C. Jenis-Jenis Menyimak
            Pengklarifikasian menyimak berdasarkan:
a. Sumber suara
b. Cara penyimak bahan yang disimak
c. Tujuan menyimak
d. Taraf aktivitas penyimak
            Berdasarkan sumber suara yang disimak, penyimak dibagi menjadi dua bagian yaitu:
1) Intrapersonal listening atau menyimak intrapribadi
2) Interpersonal listening atau penyimak antar pribadi
            Berdasarkan pada cara penyimakan bahan yang disimak, dapat diklarifikasikan sebagai berikut:
1) Menyimak ekstensif (extensive listening)
    Menyimak ekstensif ialah kegiatan menyimak tidak memerlukan perhatian, ketentuan,     dan ketelitian sehingga penyimak hanya memahami seluruh secara garis besarnya saja.
    Menyimak ekstensif meliputi
    a) Menyimak sosial
    b) Menyimak sekunder
    c) Menyimak estetik
2) Menyimak Intensif
    Menyimak intensif adalah kegiatan menyimak dengan penuh perhatian, ketentuan dan     ketelitian sehingga penyimak memahami secara mendalam.
    Menyimak intensif meliputi:
    a) Menyimak kritis
    b) Menyimak introgatif
    c) Menyimak penyelidikan
    d) Menyimak kreatif
    e) Menyimak konsentratif
    f) Menyimak selektif
            Tujuan menyimak berdasarkan Tidyman & butterfield membedakan menyimak menjadi:
    a) Menyimak sederhana
    b) Menyimak diskriminatif
    c) Menyimak santai
    d) Menyimak informatif
    e) Menyimak literatur
    f) Menyimak kritis
            Berdasarkan pada titik pandang aktivitas penyimak dapat diklarifikasikan:
    a) Kegiatan menyimak bertarap rendah
    b) Kegiatan menyimak bertaraf tinggi

D. Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Menyimak
1. Unsur Pembicara
    Pembicara haruslah menguasai materi, penuh percaya diri, berbicara sistematis dan     kontak dengan penyimak juga harus bergaya menarik / bervariasi
2. Unsur Materi
    Unsur yang diberikan haruslah actual, bermanfaat, sistematis dan seimbang
3. Unsur Penyimak/Siswa
    a. Kondisi siswa dalam keadaan baik
    b. Siswa harus berkonsentrasi
    c. Adanya minat siswa dalam menyimak
    d. Penyimak harus berpengalaman luas
4. Unsur Situasi
    a. Waktu penyimakan
    b. Saran unsur pendukung
    c. Suasana lingkungan

E. Ciri-Ciri Penyimak Ideal
            Menurut Tarigan, Djago mengidentifikasi ciri-ciri menyimak ideal sebagai berikut.
1. Berkonsentrasi
    Artinya penyimak harus betul-betul memusatkan perhatian kepada materi yang disimak
2. Penyimak harus bermotivasi
    Artinya mempunyai tujuan tertentu sehingga untuk menyimak kuat
3. Penyimak harus menyimak secara menyeluruh
    Artinya penyimak harus menyimak materi secara utuh dan padu
4. Penyimak harus menghargai pembicara
5. Penyimak yang baik harus selektif
    Artinya harus memilih bagian-bagian yang inti
6. Penyimak harus sungguh-sungguh
7. Penyimak tidak mudah terganggu
8. Penyimak harus cepat menyesuaikan diri
9. Penyimak harus kenal arah pembicaraan
10. Penyimak harus kontak dengan pembicara
11. Kontak dengan pembicara
12. Merangkum
13. Menilai
14. Merespon

F. Kegiatan Menyimak
1) Proses menyimak komprehensif
    Adapun komponen yang termasuk dalam proses menyimak:
    a) Rangsang bunyi
        Weafer 91972) memasukan kata-kata, bunyi isyarat dan bunyi-bunyi lainnya sebagai         tipe-tipe simbol bunyi yang dapat diterima dan dapat dimaknai oleh penyimak
    b) Penerimaan alat peraga
    c) Perhatian dan penyelesaian
    d) Pemberian makna
2) Fungsi comprehensive listening
    Fungsinya berkonsentrasi pada pesan-pesan yang disampaikan selanjutnya kaitan antara     satu pesan dengan lainnya agar sampai pemahaman yang dikehendaki.

G. Faktor-faktor yang berkaitan dengan menyimak konprehensif
a) Memori
    Adapun memori dalam diri kita memiliki tiga fungsi penting
    - Menyusun arah tentang apa yang akan kita lakukan dalam aktivitas
    - Memberikan struktur baku terhadap pemahaman kita kepada suatu aktivitas apabila       konsep-konsep kita tersebut dikemukakan oleh orang lain
    - Memberikan arah/pedoman untuk mengingat pengalaman/ pengetahuan dan informasi-       informasi yang telah diketahui sebelumnya.
            Beberapa teori yang memberikan penjelasan tentang penyebab informasi yang disimpan dalam memori hilang (lupa).
• Fuding teori (teori pemudaran): maksudnya informasi yang tidak sering digunakan akan   memudar / perlahan-lahan hilang
• Distortion theory: informasi yang mirip dengan informasi yang lainnya tidak dapat   dibedakan, yang telah disimpan di ingatan
• Superssion Theory: teori ini menyatakan pesan akan hilang akibat hambatan multivasional   (melukai)
• Interference Theory: teori ini menyatakan informasi yang telah di dapat sebelumnya akan   bercampur dengan informasi yang baru didapat
• Processing Break down theory: teori ini berpendapat bahwa tak satupun dari bagian-   bagian informasi dapat diingat tanpa menggunakan sistem pengkodean makna ganda   (sistem coding ambigu)


Menurut penelitian manusia akan lebih mengingat apabila informasi itu:
1) Dianggap penting dan berharga atau berguna dalam kehidupan
2) Dianggap lain dari pada informasi yang lain atau dianggap unik (tidak wajar)
3) Terorganisir dan
4) Berupa informasi visual

            Menurut Montgo Mery ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar kita dapat meningkatkan daya mengingat kita. Kita harus memiliki keinginan kuat untuk meningkatkan daya ingatan, meningkatkan konsentrasi terhadap suatu pesan, dan peduli terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitar kita.

b) Konsentrasi
            Salah satu alasan mengapa pendengar tak dapat berkonsentrasi pada sumber pembicaraan (penuturan) adalah kemungkinan karena sering berkomunikasi dalam rentang yang terlalu lama, sehingga keadaan seperti ini menuntutnya untuk membagi-bagi energi. Untuk memperhatikan antara berbagai ragam rangsang dan tidak merespon pada suatu rangsang saja.

            Alasan yang kedua adalah karena pendengar salah mengarahkan energi untuk memperhatikan (attention energy). Menurut Erving Goffman, bentuk standar dan kesalahan penafsiran meliputi hal-hal berikut:
1) Pencakupan/pemenuhan eksternal, dibandingkan dengan berkonsentrasi pada pesan     penutur, pendengar cenderung akan mudah terkacaukan perhatiannya oleh stimulasi/     rangsang dari luar
2) Kesadaran diri
3) Kesadaran berinteraksi
4) Kurangnya rasa ingin tahu terhadap apa yang sedang dibicarakan
            Ada tiga alasan lain yang menyadari alasan kurangnya konsentrasi di atas diantaranya; kurangnya motivasi diri dan kurangnya tanggung jawab

c) Pembendaharaan kata
            Faktor yang mempengaruhi kemampuan komprehensif pendengar adalah ukuran kosa kata. Diasumsikan bahwa ukuran kosa kata merupakan variabel penting dalam pemahaman pendengar.
Dalam peran kita sebagai komunikator, kita memiliki empat jenis kosa kata fungsional yang sangat bervariasi ukurannya, jenis kosa kata itu dibedakan berdasarkan usia, saat seseorang melakukan komunikasi. Hal tersebut digambarkan sebagai berikut:
1) Sampai kira-kira seseorang mencapai usia sebelas tahun, kosa kata
    fungsional terbesar yang dimiliki adalah kosa kata simakan mendengar (listening     vocabulary) artinya pengayaan kosa katanya pada fase ini dapat dan hasil simakan dari     kehidupan sehari-hari
2) Setelah lewat usia dua belas, kosa kata simakan yang seseorang miliki, umumnya     dipengaruhi oleh kosa kata atau hasil membaca (reading vocabulary).
    Orang dewasa dikatakan memiliki kosa kata minimum apabila ia hanya memilih rata-rata     kosa kata sebesar 20.00 kata.

            Untuk meningkatkan kosa kata umum maupun kosa kata mendengar menurut langkah-langkah Pauk dapat dijelaskan sebagai berikut:

1) Langkah pertama adalah menumbuhkan minat kata-kata. Ada dua kemampuan dasar     yang dapat membantu kita untuk mempelajari kata-kata baru berdasarkan maknanya     adalah kemampuan menganalisa struktur dan kemampuan menganalisa konteks kata     keterampilan pertama tadi yaitu analisis struktur.
2) Langkah yang kedua adalah mempelajari makna dari kata-kata yang tidak lazim dari     konteks-konteksnya.
            Ada 2 jenis petunjuk kontekstual yang utama dan telah umum dikenal yakni petunjuk sematik (makna kata) dan sintaksis (struktur kalimat), yang termasuk ke dalam petunjuk sematik adalah petunjuk sinonim, penjelas, deskripsi, contoh, kesimpulan, penjelas pengalaman, situasi,.
Petunjuk kontekstual kedua adalah petunjuk sintaksis berupa pola-pola penyusun kalimat yang menjadi penyusun suatu kalimat.

d) Faktor-faktor tambahan
1) Faktor kurang seringnya diadakan penelitian-penelitian yang terkontrol secara ilmiah
2) Tak banyak mengenal paliditas dan realibitas tes mendengar yang diterapkan dalam     penelitian
3) Karena sebagian besar peneliti belum terkoordinir dengan baik.
            Ada beberapa variabel yang mempengaruhi keefektifan menyimak komprehensif yaitu usia, motivasi, intelgensia, tingkat pencapaian, kemampuan berbicara, pemahaman membaca, kemampuan belajar, kemampuan berbahasa dan cultural




Komentar :

ada 1
Suci Yuniati mengatakan...
pada hari 

Sangat membantu, pak!

Posting Komentar