kebahasaan

KATA DAN MORFEM
Oleh: Imron Rosidi


            Kata mempunyai pengertian satuan terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas. Kata memiliki dua macam satuan yaitu satuan Fonologis dan satuan Gramatikal. Sebagai satuan fonologis, kata terdiri dari satu suku kata atau lebih dari suku kata. Contoh: kata membaca terdiri dari tiga suku kata yaitu mem-, ba dan ca. Morfem mem- merupakan morfem terikat atau morfem yang tidak berdiri sendiri dan tidak mempunyai makna, akan mempunyai makna jika digabung dengan kata lain, sedangkan morfem baca merupakan morfem bebas yang dapat berdiri sendiri dan mempunyai makna.

            Sebuah cara yang dapat dilakukan untuk melihat bentuk-bentuk dalam bahasa yang berbeda ialah dengan menggunakan konsepsi unsur-unsur dalam pesan yang secara umum dikenal dengan proses morfologi.Dengan demikian, morfologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mengkaji bentuk bahasa serta pengaruh perubahan bentuk bahasa pada fungsi dan arti kata. Sasaran dalam pengkajian dalam morfologi ialah kata dan morfem. Kita mengetahui bahwa bentuk-bentuk kata dalam bahasa Indonesia harapan, beraharap, dan diharapkan pastilah mengandung lebih dari satu unsur, yaitu unsur harap ,dan sejumlah unsur yang lain seperti -an,-ber,-di,-dan,-kan. Semua unsur itu disebut morfem. Kata harapan , berharap ,dan diharapkan itu membentuk deretan morfologis. Yang dimaksud deretan morfologis ialah suatu deretan atau daftar memuat kata-kata yang berhubungan dalam bentuk dan artinya.

            Morfem yang tidak ada dalam struktur itu disebut MORFEM ZERO.(sebagai catatan di samping morfem zero juga terdapat dalam struktur, tetapi tidak ikut memberikan makna dalam kalimat.

MORFEM BEBAS DAN MORFEM TERIKAT
            Morfem Bebas merupakan morfem yang dapat berdiri sendiri sebagai suatu kata, Misalnya benar dan gandeng , sedangkan Morfem Terikat ialah morfem yang tidak dapat berdiri sendiri,dan tidak mempunyai makna.Dalam kata lain morfem terikat juga disebut afiks. Contoh morfem terikat dapat dilihat sebagai berikut.
Morfem Terikat :  Prefiks (awalan)               : me-, ber-,di-,ke-,ter-
                          Infiks (sisipan)                 : -el,-em,-er
                          Sufiks (akhiran)                : -i,-kan,-nya,-man,-wan,-wah
                          Konfiks (imbuhan gabung) : me-,kan-,di-,i-,ke-,an-.
            Morfem bebas memiliki dua katagori, Kategori pertama disebut Morfem Leksikal (kamus) dipandang sebagai kata-kata yang mengandung "isi" pesan yang ingin disampaikan.Contoh morfem leksikal adalah anak, rumah, harimau, sedih, panjang, kuning, pandang, makan, kemarin, tadi, besok. Kelompok morfem bebas yang lain disebut dengan Morfem Gramatikal,kelompok itu terdiri dari kata tugas seperti preposisi,konjungsi,interjeksi,artikel dan partikel,contoh morfem gramatikal: dan,tetapi,ketika,sebab,pada,dan sebagainya.

            Afiks yang termasuk dalam kategori "terikat" dapat dibagi menjadi dua tipe,salah satu tipe ialah MORFEM DARIYASIONAL. Morfem Dariyasional berfungsi mengalihkan kelas kata bentuk dasar menjadi kelas kata yang berbeda. Morfem terikat kedua mengandung apa yang disebut Morfem Infleksional. Morfem Infleksional tidak digunakan untuk menghasilkan kata-kata baru tetapi berfungsi sebagai pernyataan kategori garamatika dan hubungan sintaksis. Morfem Infleksional tidak dapat diulang dalam satu kata Infleksional.

Komentar :

ada 6 komentar ke “kebahasaan”
Anonim mengatakan...
pada hari 

Dear Pak Imron,

Apakah maksud Bapak DERIVASIONAL dengan DERIYASIONAL, soalnya kata yang sama muncul kembali pada kalimat berikutnya..
NB. apakah Bapak juga punya artikel pengajaran BIPA. terima kasih

Izzy

Anonim mengatakan...
pada hari 

Terima kasih atas ilmunya

Anonim mengatakan...
pada hari 

pak,, apa yang dimaksud dengan morfemik ?
terima kasih

Anonim mengatakan...
pada hari 

pak deriyasional si apa?di kbbi gak ada..
atau salah ketik?

nendhyblogspot.com mengatakan...
pada hari 

menurut saya, di dan ke bukan termasuk imbuhan atau afiks, tapi termasuk kata depan (preposisi)

Imron mengatakan...
pada hari 

di dan ke bisa berkedudukan sbg afiks, bisa juga sebagai preposisi. di rumah, ke sebelah sebagai kata depan. dimengerti, dibuang, ketua sebagai imbuhan

Poskan Komentar