kesusastraan

MEMPARAFRASEKAN PUISI REMAJA
Oleh: Imron Rosidi



            Adik-adik tentunya pernah mengalami kesulitan memahami sebuah puisi. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman adik-adik terhadap maksud penyair dengan diksi yang digunakan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa memahami sebuah puisi bukanlah pekerjaan yang mudah, bahkan mungkin terjadi salah tafsir. Hal itu juga disebabkan pengalaman dan sudut pandang yang berbeda antara penyair dan pembaca.

            Pemahaman makna kata-kata pun kadang-kadang tidak sama. Selain itu, ada kemungkinan kata-kata yang digunakan oleh penyair pun sering tak terpahami oleh pembaca. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mempermudah memahami puisi adalah dengan memparafrasekan puisi tersebut. Memparafrasekan puisi adalah mengubah puisi ke dalam bentuk cerita dengan langkah-langkah tertentu. Untuk itu, mulailah kalian berlatih memparafrasekan puisi di bawah ini.

            Tambahkan kata atau unsur kata dalam kurung yang disediakan sehingga puisi berikut lebih mudah dimengerti isinya!

Hampa

Sepi di luar. Sepi (terus) menekan ( ) mendesak.
(se) Lurus ( ) ( )kaku pohonan. (dan)Tak bergerak.
Sampai ke puncak. Sepi ( ) memagut,
Tak satu (orang pun) melepas ( ) ( )renggut.
Segala( ) ( ) menanti. Menanti (dan) ( ). Menanti.
(hingga) Sepi.
Tambah (lagi) ini menanti, jadi mencekik.
(serta) Memberat ( )mencekung pundak.
Sampai binasa segala(-galanya). Belum apa-apa.
( ) Udara bertupa. ( )Setan bertempik.
Ini sepi, terus ada dan (tetap saja) menanti
(Chairil Anwar)

            Apabila kalian telah melengkapi puisi di atas, sebenarnya Anda telah melakukan kegiatan memparafrasekan puisi. Menambahkan kata dan unsur kata pada baris-baris puisi merupakan langkah awal. Langkah berikutnya adalah mengganti kata-kata yang sulit dimengerti dengan kata-kata yang mudah dimengerti. Dalam puisi “Hampa” misalnya, “melepas renggut” dapat diganti dengan melepas secara paksa atau merebut, “bertempik” diganti dengan kata bersorak dengan keras, dan seterusnya.Dalam bagian ini, Anda akan berlatih memparafrasekan puisi dengan dua langkah tersebut!
(1) Bacalah puisi berikut!


Sia-sia

Penghabisan kali itu kau datang
membawa karangan kembang
Mawar merah dan melati putih:
darah dan suci.
Kau tebarkan depanku
Serta pandang yang memastikan: Untukmu.

Sudah itu kita sama termangu
Saling bertanya: Apakah ini?
Cinta? Keduanya tak mengerti.

Sehari itu kita bersama. Tak hampir menghampiri.
Ah! Hatiku yang tak mau memberi.
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.
(Chairil Anwar)    



(2) Parafrasekan puisi  tersebut  dengan menambahkan kata, unsur kata, tanda baca       kemudian mengganti kata-kata yang sulit dimengerti dengan kata-kata yang lebih       mudah dipahami.
(3) Selanjutnya,  prosakan  puisi  yang  telah  Anda parafrasekan tersebut! Dalam       memprosakan puisi, Anda diminta untuk menerangkan(menceritakan) kembali isi puisi       sesuai dengan interpretasi Anda dalam bentuk prosa. Anda bisa mengubah susunan       dan kalimat puisi asalkan tetap mempertahankan makna dan maksud puisi tersebut.

Komentar :

ada 1
Amin Darmah mengatakan...
pada hari 

mkasih bang.....

Poskan Komentar