pendidikan

PENERAPAN MANAJEMEN KEUANGAN MASJID
DI LEMBAGA PENDIDIKAN

Oleh: Imron Rosidi, M.Pd


Abstrak: Tiga pendekatan dalam akuntabilitas manajemen keuangan sebuah instansi, yaitu: Disclosure, transparansi, dan kesesuaian dengan program. Ketika pendekatan itu telah dilakukan oleh manajemen keuangan masjid yang bisa diadopsi oleh manajemen keuangan sekolah yang rawan kebocoran. Kebocoran bisa terjadi karena derasnya keluar masuknya keuangan di sebuah sekolah. Bisakah diterapkan?

Paradigma baru manajemen pendidikan menekankan perlunya pelayanan yang bermutu sesuai kebutuhan stakeholders. Salah satu pilar utama yang mendukung pelayanan yang bermutu adalah penerapan akuntabilitas (pertanggungjawaban) pada semua satuan penyelenggaran pendidikan. Akuntabilitas lembaga pendidikan lebih menitikberatkan pada sejauhmana manajemen penyelenggaraan lembaga pendidikan dalam merumuskan, mengimplementasikan, dan mempertangungjawabkan kebijakan dan programnya sesuai harapan dan tuntutan para stakeholders.
Penerapan akuntabilitas manajemen lembaga pendidikan, dalam hal ini manajemen keuangan sekolah, dapat dilakukan melalui tiga pendekatan ini: disclosure, transparansi, dan penyesuaian program dengan kebutuhan. Disclosure berupa pengumuman secara terbuka kepada semua komponen sekolah mengenai keadaan terakhir keuangan yang ada di sekolah. Pendekatan yang kedua adalah transparansi. Transparansi berfokus pada pemberian akses informasi kepada seluruh komponen sekolah tentang proses keluar masuknya keuangan sekolah. Akuntabilitas keuangan yang baik dapat dilihat dari pendekatan yang ketiga, yaitu kesesuaian antara penggunaan keuangan sekolah dengan program yang merupakan skala prioritas.
Ketiga pendekatan dalam akuntabilitas di atas telah diterapkan dalam manajemen keuangan masjid. Manajemen di sini berarti suatu proses perencanaan, pengorganisasian, dan penggunaan sumberdaya organisasi agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Lebih khusus, manajemen keuangan sekolah berarti suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh sekolah.
Pengolahan keuangan masjid sangat memperhatikan ketiga pendekatan dalam akuntabilitas. Setiap hari akan terpampang kondisi keuangan masjid, mengenai pemasukan dan pengeluaraannya sehingga setiap jemaah mengetahuinya. Hal ini sesuai dengan pendekatan discosure. Selain itu, setiap akan dilangsungkannya khotbah Jumat, pengurus akan mengumumkan secara terbuka proses penggunaan keuangan masjid. Dengan ini pengurus masjid sudah melakukan pendekatan transparansi. Pengurus masjid juga menggunakan keuangan masjid sesuai dengan kebutuhan, misalnya pembayaran listrik dan air, serta kebutuhan dana untuk berbagai kegiatan di masjid.
Apakah manajemen keuangan masjid bisa diterapkan di sekolah untuk menekan tingkat kebocoran keuangan sekolah? Apabila kita mengingat pesan AA Gim, yaitu Mulailah dari diri sendiri, Mulailah dari hal kecil, dan Mulailah sekarang juga, penerapan manajemen keuangan masjid di sekolah pasti bisa, asal ada niat baik dari seluruh komponen sekolah, terutama pengelola keuangan, KTU dan kepala sekolah. Pengelola keuangan mau berbuat jujur, KTU tidak kong kalikong dengan kepala sekolah, dan kepala sekolah berani terbuka terhadap semua kebutuhan keuangan sekolah. Tidak ada yang ditutup-tutupi.
Coba kita tengok betapa rumitnya pengolahan keuangan sekolah, misalnya di sekolah menengah. Selain terdapat keuangan BOS, BKM, BOMM yang harus dikelolah sekolah, juga ada uang yang berasal dari siswa untuk Prakerin, kunjungan industri dan sejarah, uang SPP, serta Bantuan Komite Sekolah. Setiap hari sekolah mengeluarkan uang untuk proses pembelajaran. Setiap hari pula sekolah menerima uang dari siswa. Bagaimana kita tahu kalau di sekolah tersebut tidak terjadi kebocoran? Di sinilah fungsi manajemen keuangan masjid diadopsi dan diadaptasi oleh pihak sekolah.
Pengelolaan keuangan sekolah dengan mengedepankan akuntabilitas dapat dilakukan dengan cara sekolah harus berani mengumumkan secara terbuka kondisi keuangan setiap upacara hari senin oleh pembina upacara. Secara rinci, sekolah harus berani menempelkan kondisi keuangan sekolah setiap akhir bulan. Untuk melihat kesesuaian pengeluaran dengan program prioritas, kepala sekolah harus berani menyampaikan penggunaan uang sekolah yang tidak terduga, yang tidak sesuai program, kepada semua komponen sekolah ketika ada rapat dinas. Dengan demikian, penerapan manajemen keuangan dengan mengedepankan akuntabilitas diharapkan dapat mengurangi tingkat kebocoran keuangan sekolah.

artikel kebahasaan

SUMBANGSIH ALIRAN STRUKTURALISME
DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

Bahasa adalah sistem simbol vokal arbitrer yang memungkinkan orang-orang yang hidup dalam budayanya, atau orang yang sudah mempelajari sistem budaya terkait menggunakan bahasa tersebut untuk berkomunikasi. Dalam pandangan di atas, bahasa memiliki fungsi yang terkait dengan identitas manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk berbudaya. Sejak lama manusia telah menyadari pentingnya bahasa dan penguasaan bahasa untuk perkembangan peradaban. Hingga sekarang, semakin maju peradaban manusia semakin besar peran bahasa dalam kehidupan.

Untuk itu, kemampuan berbahasa siswa sangat penting bagi perkembangan suatu bangsa. siswa sebagai pembaru, pemimpin, dan calon-calon pemimpin bangsa harus memilik kemampuan berbahasa yang baik. Jika tidak, berarti masa depan bangsa sedang terancam. Bahaya yang akan timbul pada masa depan adalah sulitnya kemunikasi kerja dan tidak efektifnya kepemimpinan karena pesan-pesan tidak dapat disampaikan dengan efektif dan kemampuan menyerap informasi baru sangat lambat.
Pembelajaran bahasa Indonesia sudah diberikan sejak pendidikan level terendah sampai perguruan tinggi. Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah ditekankan pada pengasaan keterampilan berbahasa siswa, mulai dari menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Aspek pengetahuan berbahasa, mulai dari fonem, morfem, frasa, klausa, dan kalimat diajarkan secara terintegrasi dengan keterampilan berbahasa. Sebagai contoh, siswa tidak langsung belajar tentang perbedaan frasa dengan klausa, tetapi mencari frasa dan klausa dalam tulisannya.
Analisis bahasa mulai dari yang terkecil menuju yang besar (kalimat) merupakan bentuk sumbangsih salah satu aliran bahasa, yaitu strukturalisme. Aliran ini memiliki ciri kegramatikalan berdasarkan keumuman. Level-level gramatikal ditegakkan secara rapi. Level gramatikal mulai ditegakkan dari level terendah yaitu morfem sampai level tertinggi berupa kalimat. Urutan tataran gramatikalnya adalah morfem, kata, frasa, klausa, dan kalimat. Selain itu, ciri aliran ini mengikuti aliran behavioristik, yaitu menganut sistem drill dalam mengajarkan bahasa. Hal ini tampak dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas-kelas rendah, mulai TK sampai SD kelas rendah.
Pembelajaran Bahasa Indonesia
Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya sastra manusia Indonesia. Kemampuan tersebut meliputi kemampuan menyimak, kemampuan berbicara, kemampuan membaca, dan kemampuan menulis. Keempat jenis kemampuan tersebut diajarkan secara integratif.
Standar kompetensi mata pelajaran bahasa Indonesia merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap puisitif terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Standar kompetensi ini merupakan dasar bagi peserta didik untuk memahami dan merespon situasi lokal, regional, nasional, dan global.
Adapun tujuan pembelajaran bahasa Indonesia adalah agar peserta didik memiliki kemampuan: (1) berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis, (2) menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa Negara, (3) memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan, (4) menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan keampuan intelektual serta kematangan emosional dan sosial, (5) menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, serta (6) menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khasanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.
Aliran Linguistik Strukturalisme
Aliran strukturalis berlandaskan pola pikir behavioristik. Aliran ini lahir pada awal abad XX yaitu pada tahun 1916 yang bersamaan dengan lahirnya buku ”Course de linguistique Generale” karya Saussure yang juga merupakan pelopor aliran ini. Ia dikenal sebaga Bapak Strukturalisme dan sekaligus Bapak Linguistik Modern.
Linguistik strukturalis berusaha mendeskripsikan suatu bahasa berdasakan ciri atau sifat khas yang dimiliki bahasa itu. Pandangan ini menguraikan konsep telaah sinkronik dan diakronis, perbedaan langue dan parole, perbedaan signifiant dan signifie, dan hubungan sintagmatik dan pradikmatik yang banyak berpengaruh dalam perkembangan linguistik di kemudian hari.
a. Sinkronis dan Diakronis
Telaah sinkronik dan diakronis. Ferdinand de Saussure membedakan telaah bahasa secara sinkronik, artinya mempelajari suatu bahasa pada suatu kurun waktu tertentu saja. Misalnya, mempelajari bahasa Indonesia yang digunakan saat ini saja, sedangkan telaah diakronis artinya telaah bahasa sepanjang masa, atau sepanjang zaman bahasa itu digunakan oleh penuturnya. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa telaah bahasa secara diakronis adalah jauh lebih kompleks daripada telaah sinkronis. Sebelum terbit buku Course de Linguistique Generale Course de Linguistique Generale yang disusun dan diterbitkan oleh Charles Bally dan Albert Sechehay tahun 1915, telaah bahasa selalu dilakukan orang secara diakronis. Ahli-ahli pada waktu itu belum sadar bahwa bahasa dapat diteliti secara sinkronis. Inilah salah satu pandangan de Saussure yang sangat penting sehingga sekarang dapat diberikan pemerian terhadap suatu bahasa tertentu tanpa melihat sejarah bahasa itu.
b. Langue dan Parole
Langue adalah keseluruhan sistem tanda yang berfungsi sebagai alat komunikasi verbal antara para anggota suatu masyarakat bahasa, sifatnya abstrak, sedangkan yang dimaksud dengan parole adalah pemakaian atau realisasi langue oleh masing-masing anggota masyarakat bahasa; sifatnya konkret karena parole itu tidak lain adalah realitas fisik yang berbeda dari orang yang satu dengan orang yang lain. Dalam hal ini yang menjadi objek telaah linguistik adalah langue yang tentu saja juga parole karena parole itulah wujud bahasa yang konkret yang dapat diamati dan diteliti.
c. Signifiant dan Signifie
Ferdinand de Saussure mengemukakan teori bahwa setiap tanda atau tanda linguistik dibentuk oleh dua buah komponen yang tidak terpisahkan yaitu komponen signifiant dan komponen signifie. Yang dimaksud dengan signifiant adalah citra bunyi atau kesan psikologis bunyi yang timbul dalam pikiran, sedangkan signifie adalah pengertian atau kesan makna yang ada dalam pikiran. Selanjutnya, ada yang menyamakan signe itu sama dengan kata; signifie sama dengan ‘makna’; dan signifiant sama dengan bunyi bahasa dalam bentuk urutan fonem-fonem tertentu.
Sebagai tanda linguistik, signifiant dan signifie itu biasanya mengacu pada sebuah acuan atau refrensi yang berada di alam nyata sebagai sesuatu yang ditandai oleh signifie linguistique.
d. Sintagmatik dan Paradikmatik
Yang dimaksud dengan hubungan sintagmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan yang tersusun secara berurutan, bersifat linear. Hubungan sintagmatik ini terdapat baik dalam tataran fonologi, morfologi, maupun sintaksis. Hubungan sintagmatik pada tataran fonologi tampak pada urutan makna kata itu. Umpamanya pada kata kita terdapat hubungan, fonem-fonem dengan urutan /k, i, t, a/. Apabila urutannya diubah, maka maknanya akan berubah, atau tidak bermakna sama sekali.
Hubungan sintagmatik pada tataran morfologi tampak pada urutan morfem-morfem pada suatu kata, yang juga tidak dapat diubah tanpa merusak makna dari kata tersebut. Ada kemungkinan maknanya berubah, tetapi ada kemungkinan pula tak bermakna sama sekali. Misalnya makan hati tidak sama dengan hati makan, kata matahari tidak sama dengan harimata. Hubungan sintagmatik pada tataran sintaksis tampak pada urutan kata-kata yang mungkin dapat diubah, tetapi mungkin juga tidak dapat diubah tanpa mengubah makna kalimat tersebut, atau menyebabkan tak bermakna sama sekali. Sebagai contoh dapat dilihat berikut ini.
Hari ini barangkali dia sakit
Barangkali dia sakit hari ini
Dia sakit hari ini barangkali
Dia sakit barangkali hari ini
Yang dimaksud dengan hubungan paradigmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan dengan unsur-unsur sejenis yang tidak terdapat dalam tuturan yang bersangkutan. Hubungan paradigmatik dapat dilihat dengan cara substitusi, baik pada tataran fonologi, morfologi, maupun tataran sintaksis. Hubungan paradigmatik pada tataran fonologi tampak pada contoh antara bunyi /r/, /k/, /b/, /m/, dan /d/ yang terdapat pada kata rata, kata, bata, mata, dan data. Hubungan paradigmatik pada tataran morfologi tampak pada prefiks me-di-, pe-, dan te- yang terdapat pada kata-kata merawat, dirawat, perawat , dan terawat, sedangkan hubungan paradigmatik pada tataran sintaksis pada antara kata-kata yang menduduki fungsi sebjek, predikat, dan objek. Sebagai contoh dapat dilihat berikut ini.
Ali membaca koran

Dia membeli buku

Adik mengambil boneka
Adapun ciri-ciri Aliran linguistik struktural adalah: (1) Berlandaskan pada faham behaviourisme. Proses berbahasa merupakan proses rangsang-tanggap (stimulus-response); (2) Bahasa berupa ujaran. Ciri ini menunjukka bahwa hanya ujaran saja yang termasuk dalam bahasa . dalam pengajaran bahasa teori struktural melahirkan metode langsung dengan pendekatan oral. Tulisan statusnya sejajar dengan gersture; (3) Bahasa merupakan sistem tanda (signifie dan signifiant) yang arbitrer dan konvensional. Berkaitan dengan ciri tanda, bahasa pada dasarnya merupakan paduan dua unsur yaitu signifie dan signifiant. Signifie adalah unsur bahasa yang berada di balik tanda yang berupa konsep di balik sang penutur atau disebut juga makna, sedangkan signifiant adalah wujud fisik atau hanya yang berupa bunyi ujar.
Ciri selanjutnya adalah (4) bahasa merupakan kebiasaan (habit). Berdasarkan sistem habit, pembelajaran bahasa diterapkan metode drill and practice yakni suatu bentuk latihan yang terus menerus dan berulang-ulang sehingga membentuk kebiasaan; (5) Kegramatikalan berdasarkan keumuman; (6) Level-level gramatikal ditegakkan secara rapi. Level gramatikal mulai ditegakkan dari level terendah yaitu morfem sampai level tertinggi berupa kalimat. Urutan tataran gramatikalnya adalah morfem, kata, frasa, klausa, dan kalimat; (7) Analisis dimulai dari bidang morfologi; (8) Bahasa merupakan deret sintakmatik dan paradigmatik; (9) Analisis bahasa secara deskriptif, dan (10) Analisis struktur bahasa berdasarkan unsur langsung.
Sumbangsih Aliran Strukturalisme dalam Pembelajaran Bahasa
Arah pembinaan bahasa Indonesia sebagai pegangan utama dalam pengembangan pembelajaran bahasa Indonesia dituangkan dalam kurikulum bahasa Indonesia yang dikenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006. Salah satu standar kompetensi dan kompetensi dasar yang diharapkan dapat dimiliki siswa SMK berdasarkan KTSP adalah berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat unggul dengan kompetensi dasar menyimak untuk memahami secara kreatif teks seni berbahasa dan teks ilmiah sederhana. Kompetensi dasar ini selanjutnya dikembangkan dalam beberapa indikator, yaitu: (1) memperlihatkan rekasi kinetik (menunjukkan sikap memperhatikan, mencatat) terhadap penayangan prosa sederhana, (2) menunjukkan reaksi verbal berupa komentar terhadap konteks penayangan prosa sederhana, (3) menceritakan kembali isi prosa yang ditayangkan dengan menggunakan kata-kata sendiri, (4) mengungkapkan unsur intrinsik prosa fiksi (tokoh, perwatakan, latar, plot, tema).
Sumbangsih aliran strukturalisme dalam pembelajaran bahasa Indonesia tampak pada asumsi yang diusung, yaitu: Pertama, bahwa prosedur kerja linguistik (struktural) dapat digunakan sebagai metode pengajaran bahasa. Asumsi ini mengisyaratkan kepada penekanan perlunya latihan berbicara dan menggunakan informan asli untuk menirukan dan latihan lafal. Melalui latihan-latihan pasangan minimal siswa berlatih membedakan fonem-fonem, dan berusaha menghasilkan fonem dalam cara pasangan minimal yang dapat dikenali penutur asli. Setelah itu siswa mempelajari isyarat-isyarat gramatikal (morfem, kata tugas, urutan kata), melalui berbagai-bagai latihan subtitusi dan perluasan dalam bentuk pola-pola latihan (drill).
Asumsi ini memang tampak jelas pada pembelajaran bahasa Inggris di sekolah taman Kanak-Kanak atau di SD kelas rendah. Akan tetapi, untuk pembelajaran bahasa Indonesia, asumsi ini tampak ketika guru sedang mengajarkan kalimat, yang dimulai dari pengenalan kata-kata atau nama-nama barang di sekitar siswa. Guru lebih dulu memperkenalkan kata sebelum kalimat. Pola-pola kalimat dengan berbagai bentuk juga diajarkan guru bahasa Indonesia di sekolah dasar dan menengah.
Kita dapat mengidentifikasikan aspek-aspek aliran struktural yang berpengaruh dalam pengajaran bahasa terutama metode audio-lingual. Terdapat penekanan yang lebih besar terhadap berbicara daripada menulis, dalam tahap awal metode audio-lingual. Hal ini disadari oleh asumsi kedua yang menyatakan bahwa materi pengajaran bahasa harus disajikan dalam bentuk latihan berbicara sebelum siswa diperkenalkan dengan latihan menulis. Pada tahap awal keterampilan berbahasa berbicara dan menyimak dianggap lebih penting, dan baru kemudian membaca dan menulis.
Hal ini tampak pada pembelajaran bahasa di sekolah Taman kanak-kanan (TK). Anak-anak TK lebih banyak diajak untuk berkomunikasi secara lisan dengan menggunakan bahasa Indonesia. Anak TK tidak ditekankan pada pembelajaran membaca dan menulis. Anak TK dan SD kelas rendah lebih banyak diberi tugas untuk bercerita pengalaman pribadi, menyimak cerita dari guru, atau berkomunikasi lisan dengan teman sebaya.
Linguistik struktural tidak terlalu memperhatikan makna. Dalam analisis bahasa, mereka tidak membentuk-bentuk yang mirip. Oleh karena itu, asumsi ketiga yang disodorkan adalah bahwa tidaklah penting bagaimana makna itu diperoleh siswa. Makna itu dapat ditanyakan saja langsung kepada penutur asli.
Asumsi yang keempat menyatakan bahwa tidak perlu menyajikan gradasi dan urutan kekomplekan gramatikal pada materi yang dipelajari siswa. Asumsi ini berdasarkan kepada tesis dalam analisis struktural bahwa ahli bahasa hanya memiliki kontrol yang sedikit terhadap kekomplekan data yang diperoleh dari informannya. Apabila ahli bahasa itu menemukan data (ujaran) yang terlalu kompleks, cenderung menghindar atau dipilih dari yang tidak komplek. Dalam pengajaran bahasa mereka berpendapat bahwa struktur yang kompleks akan menyulitkan siswa dalam proses memorinya.
Salah satu alasan mengapa kaum strukturalis kurang memperhatikan makna dalam analisisnya karena mereka berpendapat bahwa makna ini bersifat abstrak, tidak dapat diindra. Makna ini hanya ada dalam pikiran sehingga makna dianggap bersifat subjektif. Ilmuwan mestilah mengamati fenomena dan baru mempelajarinya. Tegasnya ilmuwan harus mempelajari apa yang bisa diamati. Sikap yang demikian melahirkan asumsi yang kelima yang menyatakan bahwa bahasa itu adalah tingkah laku dan tingkah laku dapat dipelajara dengan cara melakukan. Oleh karena itu, siswa mempelajari bahasa dengan cara melakukan respon dalam praktek-praktek latihan kegiatan berbahasa dan penguatan bagi respon yang benar.
Asumsi yang terakhir ini sesungguhnya hasil dari analisis kaum psikologi behavioris. Orang dapat mendiskusikan lebih lanjut tentang teknik pengajaran bahasa melalui respon dari penguatan ini. Asumsi-asumsi di atas terutama asumsi ketiga dan keempat banyak mengandung perdebatan di kalangan guru bahasa, sedangkan asumsi yang kelima telah diserang langsung penganut tata bahasa generatif.
Penutup
Pada prinsipnya, sebuah aliran pasti memiliki keunggulan dan kelemahan, begitu juga dengan aliran strukturalisme. Sebagai contoh, Metode drill yang ditawarkan pada aliran ini sudah kurang cocok untuk SD kelas tinggi dan sekolah lanjutan. Kelemahan yang lain misalnya pembentukan kebiasaan (habit formation) antara lain adalah bahwa siswa tidak dilatih menggunakan kalimat (struktur) dalam situasi komunikasi yang aktual. Namun kekuatannya juga ada, yaitu penguasaan akan kaidah-kaidah yang dipelajari oleh siswa sangat besar. Untuk itu, seorang guru bahasa Indonesia harus mampu memformulasikan berbagai aliran dalam melaksanakan tugasnya agar siswanya

Imron Kecil 2

Imron Kecil 2

        Imron kecil memang hidup serba kekurangan. Sebagai pegawai rendahan, kedua orang tuaku menghidupi enam anaknya. Aku masih ingat ketika ibuku harus menyuruh hutang tetangga karena sudah tidak ada lagi yang dimakan. Tetapi, ayahku selalu menolak untuk berhutang. Kalau ini terjadi, sudah dapat dipastikan ada pertengkaran kecik kedua orang tuaku. Ayahku adalah orang yang takut berhutang, dan saat itu pulalah ibuku akan menangis. Akhirnya ibuku harus berjualan jajan rentengan untuk menambah penghasilan orang tuaku.
     Imron kecil selalu ingat ketika harus disuruh-suruh orang kampung untuk mendapatkan uang jajan. Imron yang tinggal di sidotopo Surabaya, kampung kecil di daerah pinggiran, tidak memiliki apa-apa selain tempat tinggal sederhana. Rumah yang terbuat dari diding sesek (anyaman bambu) ditempati delapan orang. Saya harus bisa hidup sesuai dengan kemampuan kedua orang tuaku. Imron kecil masih ingat ketika saya harus melihat ibuku yang sedang mencuci nasi basi agar bisa digoreng dengan garam. Nasi inilah yang bisa disantap adik dan kakakku.
        Imron kecil masih ingat ketika kedua orang tuaku mendidikku dengan disiplin dan keras. Aku harus mengaji dua kali dalam sehari, pukul 4 sebelum subuh aku harus ke mushollah, begitu juga sebelum Maghrib. Didikan orang tuaku itulah yang membuat aku bisa mengaji dan menjalankan semua perintah Allah. Ketika masuk usia sekolah, saya dimasukkan di SD negeri yang agak jauh dari rumah. Aku tidak mengerti mengapa hanya saya yang bersekolah agak jauh.
        Aku mulai bersekolah dengan berjalan kaki, sekita 30 menit baru bisa sampai. Aku ingat sepatu saya. Ibu bisa membelikan sepatu yang lebih besar dari ukuran kakiku. Aku yakin bukan karena nomor sepatuku tidak ada. Tapi aku yakin ada maksud dari kedua orang tuaku. Dengan ukuran yang relative lebih besar, ibuku tidak harus membelikan sepatuku setiap tahun. Ibuku selalu memberi gombal (bercak kain tidak terpai) di dalam bagian depan sepatuku agar sepatuku tidak terlepas ketika dipakai.
        Aku juga masih ingat ketika harus menyiapkan karet untuk kaos kakiku. Kaos kaki yang dibeli di pasar emperan tentunya tidak memiliki kualitas yang baik. Kaos kakiku selalu terpakai bertahun-tahun. Karet yang sudah longgar dapat diatasi dengan memberi karet gelang. Kaos yang sudah berlubang tidak membuat ibuku harus membelikan yang baru. Itu dilakukan agar senua anak-anaknya bisa bersekolah dan bisa makan, meskipun dengan makanan yang sangat sederhana.
        Kata-kata ibuku yang sampai sekarang sulit saya lupakan ketika makan adalah “im, jangan makan ikan banyak-banyak. Nanti kamu cacingan.” Aku nurut saja ketika ibuku harus memotong tahu menjadi empat untuk dibagikan ke anak-anaknya. Sisa lauk biasanya dimasukkan ke dalam almari yang dikunci. Saya juga masih ingat ketika adikku harus menyelipkan tahunya di bawah nasinya agar dapat tahu lagi. Tapi adikku yang satu ini sekarang juga sudah bergelar master dan menjadi widyaiswara di Depag Jatim. Meskipun saya tidak makan ikan banyak, tetap saja saya sering cacingan. Maaf, bahkan kadang keluar sendiri ketika saya harus buang air besar. Bersambung ………..

RPP

Lampiran 4
MODEL 1


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA
KODE KD : M.11.1


NAMA SEKOLAH SMA NEGERI 2 PASURUAN
MATA PELAJARAN Bahasa Indonesia
KELAS/SEMESTER XI/5 (ganjil)
PROGRAM IPA/IPS
ASPEK PEMBELAJARAN Membaca
STANDAR KOMPETENSI Memahami ragam wacana tulis dengan membaca cepat dan membaca intensif
KOMPETENSI DASAR Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit
INDIKATOR • Mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
• Mampu meningkatkan daya konsentrasi
• Mampu meningkatkan daya ingat
• Mampu meningkatkan KEM siswa sampai 300 kpm
ALOKASI WAKTU 3 x 45 menit (1 pertemuan)

TUJUAN PEMBELAJARAN
TUJUAN • Siswa mampu mengoperasikan software MC
• Siswa mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
• Siswa mampu meningkatkan daya konsentrasi
• Siswa mampu meningkatkan daya ingat
• Siswa mampu meningkatkan KEM siswa sampai 300 kpm


KARAKTER YANG DIHARAPKAN
KARAKTER • Kerja keras
• Menghargai prestasi
• Gemar membaca

MATERI PEMBELAJARAN
MATERI POKOK
PEMBELAJARAN
MENGUNGKAPKAN POKOK-POKOK ISI BACAAN
DENGAN TEKNIK MEMBACA CEPAT

‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗

Pembelajaran Kesatu

Kompetensi Dasar

Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit

Indikator
        a. Mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
        b. Mampu meningkatkan daya konsentrasi
        c. Mampu meningkatkan daya ingat
        d. Mampu menemukan pokok-pokok isi teks dengan
            membaca cepat 300 kata per menit

Berbagai sumber informasi terus mengalir di era global ini, baik melalui media elektronik maupun non-elektronik. Salah satu sumber informasi non-elektronik adalah buku. Dalam sebuah buku terdapat berbagai bahan bacaan. Agar semua bacaan dapat dipahami secara cepat, Anda harus memiliki kemampuan menemukan pokok-pokok isi bacaan dengan membaca cepat di atas 300 kpm. Kemampuan ini tidak dapat diperoleh tanpa berlatih. Nah, dalam pembelajaran kali ini Anda diajak untuk berlatih membaca cepat secara terpandu dengan menggunakan software MC.

Ringkasan Materi
             Kemampuan membaca cepat adalah kemampuan menyelesaikan pembacaan sebuah bahan bacaan yang diikuti dengan pemahaman yang memadai. Ukuran kecepatan membaca adalah kata per menit (kpm), yaitu ada berapa kata yang dapat Anda baca setiap menitnya. Kecepatan membaca siswa SMA kelas XI diharapkan ± 300 kpm setelah digabungkan dengan skor pemahaman siswa terhadap isi bacaan. Pemahaman terhadap bacaan dinilai memadai jika Anda dapat menjawab pertanyaan sekitar 75%.
             Untuk memahami isi bacaan, Anda perlu memperhatikan isi pokok dalam setiap paragraf. Anda perlu memperhatikan angka-angka maupun penjelasan penting dalam bacaan. Pada umumnya, isi penting dalam bacaan dapat ditemukan di awal paragraf.
             Bagaimana meningkatkan kecepatan membaca Anda? Apabila Anda merasa bahwa kecepatan membaca Anda belum memadai, cobalah untuk berlatih meningkatkannya KEM Anda dengan menggunakan software MC. Adapun langkah-langkah menggunakan software MC sebagai berikut.
    1. Klik Start – All Program – Kem – Kem.
    2. Masukkan User dan Password dengan:
        User         : IMRON.
        Password : 1966.
    3. Lakukan input peserta dengan meng-klik INPUT DATA,
        kemudian pilih dan klik INPUT DAFTAR PESERTA.         Apabila nama siswa sudah di-input oleh guru, siswa tinggal         mengisi kode, lalu enter. Identitas siswa akan muncul..
    4. Melakukan pelatihan awal dengan meng-klik Latihan Awal.
        Pada latihan ini, siswa dapat melakukan pelatihan sebanyak         11 bagian dan semua sudah ada petunjuknya. Siswa dapat         juga melakukan pelatihan awal secara per bagian,         berdasarkan keinginan siswa.
    5. Melakukan kegiatan pengukuran KEM dengan meng-klik         Latihan Soal, kemudian pilih dan klik Latihan Kecepatan         Efektif Membaca, maka akan keluar aplikasi yang         diharapkan.
    6. Masukkan nomor peserta, pilih Kode file atas Bacaan yang         diinginkan, kemudian klik tombol mulai membaca. Apabila         sudah selesai membaca, klik tombol berhenti membaca dan         klik tombol mengerjakan soal.
    7. Perhatikan hasil KEM Anda dan rekomendasi KEM Anda. .
.
Uji Kompetensi 1
    1. Meningkatkan Kemampuan Mata
         a. Ikutilah gerakan lingkaran hitam berikut dengan gerak              mata Anda masing-masing selama 20 detik! .

         b. Ikutilah gerakan hitam berbentuk bintang ini dengan              gerakan mata Anda selama 20 detik! .

    2. Meningkatkan Konsentrasi
        a. Temukan kata yang sama, kemudian klik kata yang sama             dengan cepat dan catat waktu tempuh Anda dan berapa             kesalahannya!

         b. Pandanglah gambar berikut dan hitunglah dengan cepat              dengan mengisi kotak di bawahnya! Lihat waktu yang              Anda butuhkan!

    3. Meningkatkan Kemampuan Daya Ingat
        a. Pandanglah angka-angka berikut dan ingatlah            angka-angka tersebut selama 30 detik! Tuliskan angka            yang Anda ingat pada kotak yang telah tersedia!

        b. Pandanglah gambar di bawah ini selama 30 detik,             kemudian ingatlah gambar-gambar tersebut! Usahakan             daya ingat Anda 75% atau tidak kurang dari 12 benda!

Uji Kompetensi 2

Menemukan pokok-pokok isi bacaan dengan Membaca Cepat 300 Kata per Menit
Lakukan pengukuran kecepatan membaca Anda dengan kegiatan pembelajaran sebagai berikut!
1. Bukalah software MC! !
2. Lakukan pelatihan awal sebelum mengukur KEM Anda! !
3. Klik soal dan klik latihan KEM! !
4. Lakukan beberapa kali dan catat perkembangan KEM Anda! !
5. Kirimkan hasil KEM Anda ke email guru Anda! !
Rumus
             K. 60
KEM = ––––––
             Wd

Keterangan
KEM: Kec. Efektif Membaca
K : jumlah kata
Wd : waktu dlm detik


METODE PEMBELAJARAN
CeramahTeknik membaca cepat dengan memperhatikan pokok-pokok
isi bacaan
-Diskusi Kelompok-
-Tanya Jawab-
Penugasan<./td>● Mengukur KEM
Demonstrasi● Menggerakkan mata
● Meningkatkan konsentrasi
● Meningkatkan daya ingat
● Membaca cepat untuk mencari pokok-pokok isi bacaan
● Mengukur KEM

KEGIATAN PEMBELAJARAN
TAHAPKEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN AWAL
(Apersepsi/Motivasi)
20 menit
● Guru mengajak siswa menuju ruang komputer
● Siswa berdoa sebelum pelajaran dimulai
● Guru mempresensi siswa
● Guru memberikan informasi tentang KD yang akan dicapai
● Guru menanyakan kepada siswa tentang hal-hal yang yang sudah diketahui tentang membaca cepat
KEGIATAN INTI
100 menit
A. Eksplorasi
• Siswa mendapatkan stimulus berupa penjelasan guru tentang teknik membaca cepat sebuah bacaan.
• Siswa mendapatkan stimulus berupa penjelasan guru tentang teknik membaca cepat berbasis e-Learning melalui LCD di dalam laboratorium komputer.
• Siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami, khususnya tentang pengoperasian software MC dalam pembelajaran membaca cepat. .
• Siswa mempraktikkan cara mengoperasikan software MC melalui kegiatan berdiskusi dengan teman sekelasnya. .
.
B. Elaborasi.
• Siswa membuka software MC untuk melakukan pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning.
• Siswa melakukan pelatihan awal dengan melihat titik hitam secara cepat.
• Siswa menjumlah gambar yang disusun secara vertikal secara cepat.
• Siswa memberi tanda dengan cepat pada kata yang sama dengan kata kunci.
• Siswa melakukan pengukuran KEM dengan memulai kegiatan dengan memilih identitas dirinya.
• Siswa mulai membaca bacaan yang telah ditentukan guru , yaitu Dugem, Apa Perlu? secara cepat. .
• Siswa melakukan pengukuran pemahaman dengan mengisi pertanyaan yang sesuai dengan bacaan.
• Siswa memperhatikan hasil KEM dan rekomendasi terhadap tingkatan KEM yang diperoleh. .
.
A. Konfirmasi • Siswa mendapat penjelasan guru tetang KEM yang dimiliki .
• Siswa yang memiliki KEM tertinggi mendapatkan reward dari guru.
KEGIATAN AKHIR
15 menit
• Guru bersama siswa menyimpulkan kelemahan siswa dalam melakukan kegiatan membaca cepat.
• Siswa mendapat tugas untuk melakukan pelatihan berulang-ulang di rumah dan melaporkan hasil perkembangan KEM-nya ke email guru.
• Guru memberi komentar terhadap perkembangan KEM siswa melalui email siswa
>

SUMBER BELAJAR
Pustaka rujukan • Majalah yang memuat berbagai artikel populer
• Surat kabar Jawa Pos atau lainnya yang memuat artikel
• Internet untuk mencari bahan bacaan
• Buku Teks SMA
Material: VCD,
kaset, poster
Software MC
Media cetak dan
elektronik
Berbagai bahan bacaan berupa artikel populer
Website internetSoftware MC (online)
• Bacaan berupa artikel populer
• Teori tentang teknik membaca cepat
• Pengiriman hasil kerja siswa ke email guru
-Narasumber
-Model peraga
-Lingkungan

PENILAIAN
TEKNIK DAN BENTUK-Tes Lisan
Tes Tertulis
Observasi Kinerja/Demonstrasi
-Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas individu
-Pengukuran Sikap
Penilaian diri
INSTRUMEN /SOAL● Soal pemahaman isi bacaan
RUBRIK/KRITERIA
PENILAIAN/BLANGKO
OBSERVASI
● Blanko Tingkat KEM Siswa


A. Lembar Kerja Siswa
       1. Lakukan pelatihan awal untuk meningkatkan kemampuan gerak mata, daya konsentrasi, dan daya ingat Anda dalam pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning dengan menggunakan software MC!

       2. Lakukan pengukuran KEM Anda dengan membaca bacaan berjudul Dugem, Apa Perlu? pada software MC!

       3. Bagaimana tingkat KEM Anda?

B. Instrumen Penilaian

Instrumen Penilaian Guru terhadap Tingkat KEM Siswa

NAMA SISWA        : ....................................
KELAS/NOMOR : ....................................

NOKEMREKOMENDASI
1.Di bawah 250 kpmAnda dikatagorikan pembaca lambat. Kecepatan membaca Anda di bawah rata-rata, dan hal ini akan menjadi masalah terhadap belajar Anda sehari-hari. Anda masih banyak kesempatan untuk meningkat-kan kemampuan membaca Anda. Anda perlu berlatih lebih giat lagi.
2.250 kpm - 400 kpm Anda dikatagorikan pembaca sedang: Kebanyakan orang masuk kategori ini. Anda membaca dengan subvocalization, yang berarti ada ucapan internal (mengeja dalam hati) yang terjadi ketika Anda membaca. Membaca cepat Anda dapat lebih ditingkatkan dengan menghilangkan subvocalization dan mencari teknik membaca cepat lainnya. Anda masih perlu berlatih lagi.
3.400 kpm - 450 kpm Anda dikatagorikan pembaca standar. Kecepatan membaca Anda sudah cukup dalam arti Anda tidak perlu memaksakan diri dan Anda tetap dapat menjaga kecepatan membaca Anda secara normal. Beberapa teknik membaca cepat pasti dapat membantu untuk mempertahankan kemampuan Anda. Anda beruntung telah memiliki kecepatan membaca di atas rata-rata. Anda bisa berlatih lagi.
4.450 kpm – 600 kpm Anda dikatagorikan pembaca tingkat tinggi. Kecepatan membaca Anda tinggi dan dapat dicapai hanya kurang dari 1 persen dari penduduk dunia, meskipun masih banyak yang menganggap lebih besar dari itu. Dengan kemampuan alami, Anda secara unik diposisikan langsung ke dalam kategori pembaca kecepatan tertinggi dengan menerapkan teknik-teknik membaca khusus yang diperuntukkan bagi orang-orang maju seperti Anda. Selamat Anda mendapat hidayah dari Allah.


Mengetahui,
Kepala SMAN 2 Pasuruan                                                                      Peneliti,



Drs, Syarnali                                                                                        Imron Rosidi



MODEL 2


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA
KODE KD : M.11.1


NAMA SEKOLAH SMA NEGERI 2 PASURUAN
MATA PELAJARAN Bahasa Indonesia
KELAS/SEMESTER XI/5 (ganjil)
PROGRAM IPA/IPS
ASPEK PEMBELAJARAN Membaca
STANDAR KOMPETENSI Memahami ragam wacana tulis dengan membaca cepat dan membaca intensif
KOMPETENSI DASAR Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit
INDIKATOR • Mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
• Mampu meningkatkan daya konsentrasi
• Mampu meningkatkan daya ingat
• Mampu meningkatkan KEM siswa sampai 300 kpm
ALOKASI WAKTU 3 x 45 menit (1 pertemuan)

TUJUAN PEMBELAJARAN
TUJUAN • Siswa mampu mengoperasikan software MC
• Siswa mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
• Siswa mampu meningkatkan daya konsentrasi
• Siswa mampu meningkatkan daya ingat
• Siswa mampu meningkatkan KEM siswa sampai 300 kpm


KARAKTER YANG DIHARAPKAN
KARAKTER • Kerja keras
• Menghargai prestasi
• Gemar membaca

MATERI PEMBELAJARAN
MATERI POKOK
PEMBELAJARAN
MENGUNGKAPKAN POKOK-POKOK ISI BACAAN
DENGAN TEKNIK MEMBACA CEPAT

‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗

Pembelajaran Kesatu

Kompetensi Dasar

Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit

Indikator
        a. Mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
        b. Mampu meningkatkan daya konsentrasi
        c. Mampu meningkatkan daya ingat
        d. Mampu menemukan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit

Berbagai sumber informasi terus mengalir di era global ini, baik melalui media elektronik maupun non-elektronik. Salah satu sumber informasi non-elektronik adalah buku. Dalam sebuah buku terdapat berbagai bahan bacaan. Agar semua bacaan dapat dipahami secara cepat, Anda harus memiliki kemampuan menemukan pokok-pokok isi bacaan dengan membaca cepat di atas 300 kpm. Kemampuan ini tidak dapat diperoleh tanpa berlatih. Nah, dalam pembelajaran kali ini Anda diajak untuk berlatih membaca cepat secara terpandu dengan menggunakan software MC.

Ringkasan Materi
             Kemampuan membaca cepat adalah kemampuan menyelesaikan pembacaan sebuah bahan bacaan yang diikuti dengan pemahaman yang memadai. Ukuran kecepatan membaca adalah kata per menit (kpm), yaitu ada berapa kata yang dapat Anda baca setiap menitnya. Kecepatan membaca siswa SMA kelas XI diharapkan ± 300 kpm setelah digabungkan dengan skor pemahaman siswa terhadap isi bacaan.
        Untuk dapat membaca secara cepat dan efektif, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu penghambat membaca cepat dan teknik membaca dengan tepat. Kedua hal tersebut akan disajikan di bawah ini.

      Penghambat membaca cepat
      1. Vokalisasi yaitu membaca dengan bersuara.
      2. Gerakan bibir yaitu mengucapkan kata demi kata apa yang dibaca dengan menggerakkan bibir.
      3. Gerakan kepala, artinya menggerakkan kepala dari kiri ke kanan untuk dapat membaca baris-baris bacaan secara lengkap.
      4. Menunjuk dengan jari, artinya menunjuk dengan jari kata demi kata yang dibacanya.
      5. Regresi, artinya mata bergerak kembali ke belakang untuk membaca ulang suatu kata atau beberapa kata sebelumnya.
      6. Subvokalisasi, yaitu melafalkan dalam batin /pikiran kata-kata yang dibaca.

      Teknik membaca cepat secara tepat
      1. Bacalah teks pada kelompok-kelompok kata, bukan kata demi kata!
      2. Hindari mengulang-ulang kata atau kelompok kata yang telah dibaca! Meskipun Anda ragu dengan makna kata tertentu, teruskan saja sebab makna kata itu nanti akan muncul dengan sendirinya.
      3. Hindari berhenti lama di awal baris atau kalimat. Hal itu dapat memutuskan hubungan makna antarkalimat atau antarparagraf. Selain itu, Anda bisa lupa dengan apa yang baru dibaca. Berhentilah agak lama di akhir-akhir bab, atau subbab atau bila ada judul baru!
      4. Temukan kata-kata kunci yang menjadi tanda awal dari adanya gagasan utama sebuah kalimat!
      5. Abaikan kata-kata tugas yang sifatnya berulang-ulang, misalnya yang, di, dari, pada, dan kepada, untuk, dan sebagainya.
      6. Apabila bacaannya ditulis dalam kolom-kolom kecil (seperti di surat kabar), arah gerak mata bukan ke samping secara horisontal, tetapi ke bawah (vertikal) atau melingkar-lingkar.

             Bagaimana meningkatkan kecepatan membaca Anda? Apabila Anda merasa bahwa kecepatan membaca Anda belum memadai, cobalah untuk berlatih meningkatkannya KEM Anda dengan menggunakan software. MC Adapun langkah-langkah menggunakan software MC sebagai berikut.
    1. Klik Start – All Program – Kem – Kem.
    2. Masukkan User dan Password dengan: .
        User : IMRON.
            Password : 1966.
    3. Lakukan input peserta dengan meng-klik INPUT DATA, kemudian pilih dan klik INPUT DAFTAR PESERTA. Apabila nama siswa sudah di-input oleh guru, siswa tinggal mengisi kode, lalu enter. Identitas siswa akan muncul..

    4. Melakukan pelatihan awal dengan meng-klik Latihan Awal. Pada latihan ini, siswa dapat melakukan pelatihan sebanyak 11 bagian dan semua sudah ada petunjuknya. Siswa dapat juga melakukan pelatihan awal secara per bagian, berdasarkan keinginan siswa.
.
    5. Melakukan kegiatan pengukuran KEM dengan meng-klik Latihan Soal, kemudian pilih dan klik Latihan Kecepatan Efektif Membaca, maka akan keluar aplikasi yang diharapkan. .
.
    6. Masukkan nomor peserta, pilih Kode file atas Bacaan yang diinginkan, kemudian klik tombol mulai membaca. Apabila sudah selesai membaca, klik tombol berhenti membaca dan klik tombol mengerjakan soal..

    7. Perhatikan hasil KEM Anda dan rekomendasi KEM Anda! .
.
Uji Kompetensi 1
    a. Meningkatkan Kemampuan Mata
         1. Ikutilah gerakan lingkaran hitam berikut dengan gerak mata Anda masing-masing selama 20 detik! .

         2. Ikutilah gerakan hitam berbentuk bintang ini dengan gerakan mata Anda selama 20 detik! .

    b. Meningkatkan Konsentrasi
        1. Temukan kata yang sama, kemudian klik kata yang sama dengan cepat dan catat waktu tempuh Anda dan berapa kesalahannya!

         2. Pandanglah gambar berikut dan hitunglah dengan cepat dengan mengisi kotak di bawahnya! Lihat waktu yang Anda butuhkan!

    c. Meningkatkan Kemampuan Daya Ingat
        1. Pandanglah angka-angka berikut dan ingatlah angka-angka tersebut selama 30 detik! Tuliskan angka yang Anda ingat pada kotak yang telah tersedia!

        2. Pandanglah gambar di bawah ini selama 30 detik, kemudian ingatlah gambar-gambar tersebut! Usahakan daya ingat Anda 75% atau tidak kurang dari 12 benda!

Uji Kompetensi 2
Menemukan pokok-pokok isi bacaan dengan Membaca Cepat 300 Kata per Menit
Lakukan pengukuran kecepatan membaca Anda dengan kegiatan pembelajaran sebagai berikut!
a. Bukalah software MC! !
b. Lakukan pelatihan awal sebelum mengukur KEM Anda! !
c. Klik soal dan klik latihan KEM! !
d. Lakukan beberapa kali dan catat perkembangan KEM Anda! !
e. Kirimkan hasil KEM Anda ke email guru Anda! !
Rumus
             K. 60
KEM = ––––––
             Wd

Keterangan
KEM: Kec. Efektif Membaca
K : jumlah kata
Wd : waktu dlm detik


METODE PEMBELAJARAN
CeramahTeknik membaca cepat dengan memperhatikan pokok-pokok
isi bacaan
-Diskusi Kelompok-
-Tanya Jawab-
Penugasan<./td>● Mengukur KEM
Demonstrasi● Menggerakkan mata
● Meningkatkan konsentrasi
● Meningkatkan daya ingat
● Membaca cepat untuk mencari pokok-pokok isi bacaan
● Mengukur KEM

KEGIATAN PEMBELAJARAN
TAHAPKEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN AWAL
(Apersepsi/Motivasi)
20 menit
● Siswa menuju ruang komputer
● Siswa berdoa sebelum pelajaran dimulai
● Guru mempresensi siswa
● Guru memberikan informasi tentang KD yang akan dicapai
● Guru menanyakan kepada siswa tentang hal-hal yang yang sudah diketahui tentang membaca cepat
KEGIATAN INTI
100 menit
A. Eksplorasi
• Siswa mendapatkan stimulus berupa penjelasan guru tentang teknik membaca cepat yang efektif sebuah bacaan.
• Siswa mendapatkan stimulus berupa penjelasan guru tentang teknik membaca cepat berbasis e-Learning melalui LCD di dalam laboratorium komputer.
• Siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami, khususnya tentang pengoperasian software MC dalam pembelajaran membaca cepat. .
• Siswa mempraktikkan cara mengoperasikan software MC melalui kegiatan berdiskusi dengan teman sekelasnya.

B. Elaborasi.
• Siswa membuka software MC untuk melakukan pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning.
• Siswa melakukan pelatihan gerak mata dengan melihat titik hitam secara cepat.
• Siswa melakukan pelatihan konsentrasi dengan menjumlah gambar yang disusun secara vertikal secara cepat.
• Siswa memberi tanda dengan cepat pada kata yang sama dengan kata kunci.
• Siswa melakukan pelatihan daya ingat dengan menuliskan kembali angka dan gambar yang telah dilihat dan dibaca • Siswa melakukan pengukuran KEM dengan memulai kegiatan dengan menuliskan identitas.
• Siswa memilih bacaan sesuai dengan tingkat kelas XI, yaitu tingkat 4.
• Siswa mulai membaca bacaan yang dipilih secara cepat. • Siswa melakukan pengukuran pemahaman dengan mengisi pertanyaan yang sesuai dengan bacaan • Siswa memperhatikan hasil KEM dan rekomendasi terhadap tingkatan KEM yang diperoleh.
.
C. Konfirmasi
• Siswa mendapat penjelasan guru tetang KEM yang dimiliki .
• Siswa yang memiliki KEM tertinggi mendapatkan reward dari guru.
KEGIATAN AKHIR
15 menit
• Guru bersama siswa menyimpulkan kelemahan siswa dalam melakukan kegiatan membaca cepat.
• Siswa mendapat tugas untuk melakukan pelatihan berulang-ulang di rumah dan melaporkan hasil perkembangan KEM-nya ke email guru.
• Guru memberi komentar terhadap perkembangan KEM siswa melalui email siswa
>

SUMBER BELAJAR
Pustaka rujukan • Majalah yang memuat berbagai artikel populer
• Surat kabar Jawa Pos atau lainnya yang memuat artikel
• Internet untuk mencari bahan bacaan
• Buku Teks SMA
Material: VCD,
kaset, poster
Software MC
Media cetak dan
elektronik
Berbagai bahan bacaan berupa artikel populer
Website internetSoftware MC (online)
• Bacaan berupa artikel populer
• Teori tentang teknik membaca cepat
• Pengiriman hasil kerja siswa ke email guru
-Narasumber
-Model peraga
-Lingkungan

PENILAIAN
TEKNIK DAN BENTUK-Tes Lisan
Tes Tertulis
Observasi Kinerja/Demonstrasi
-Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas individu
-Pengukuran Sikap
Penilaian diri
INSTRUMEN /SOAL● Soal pemahaman isi bacaan
RUBRIK/KRITERIA
PENILAIAN/BLANGKO
OBSERVASI
● Blanko Tingkat KEM Siswa


A. Lembar Kerja Siswa
       1. Lakukan pelatihan awal untuk meningkatkan kemampuan gerak mata, daya konsentrasi, dan daya ingat Anda dalam pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning dengan menggunakan software MC!

       2. Lakukan pengukuran KEM Anda dengan membaca bacaan berjudul Dugem, Apa Perlu? pada software MC!

       3. Bagaimana tingkat KEM Anda?

B. Instrumen Penilaian

Instrumen Penilaian Guru terhadap Tingkat KEM Siswa

NAMA SISWA        : ....................................
KELAS/NOMOR : ....................................

NOKEMREKOMENDASI
1.Di bawah 250 kpmAnda dikatagorikan pembaca lambat. Kecepatan membaca Anda di bawah rata-rata, dan hal ini akan menjadi masalah terhadap belajar Anda sehari-hari. Anda masih banyak kesempatan untuk meningkat-kan kemampuan membaca Anda. Anda perlu berlatih lebih giat lagi.
2.250 kpm - 400 kpm Anda dikatagorikan pembaca sedang. Kebanyakan orang masuk kategori ini. Anda membaca dengan subvocalization, yang berarti ada ucapan internal (mengeja dalam hati) yang terjadi ketika Anda membaca. Membaca cepat Anda dapat lebih ditingkatkan dengan menghilangkan subvocalization dan mencari teknik membaca cepat lainnya. Anda masih perlu berlatih lagi.
3.400 kpm - 450 kpm Anda dikatagorikan pembaca standar. Kecepatan membaca Anda sudah cukup dalam arti Anda tidak perlu memaksakan diri dan Anda tetap dapat menjaga kecepatan membaca Anda secara normal. Beberapa teknik membaca cepat pasti dapat membantu untuk mempertahankan kemampuan Anda. Anda beruntung telah memiliki kecepatan membaca di atas rata-rata. Anda bisa berlatih lagi.
4.450 kpm – 600 kpm Anda dikatagorikan pembaca tingkat tinggi. Kecepatan membaca Anda tinggi dan dapat dicapai hanya kurang dari 1 persen dari penduduk dunia, meskipun masih banyak yang menganggap lebih besar dari itu. Dengan kemampuan alami, Anda secara unik diposisikan langsung ke dalam kategori pembaca kecepatan tertinggi dengan menerapkan teknik-teknik membaca khusus yang diperuntukkan bagi orang-orang maju seperti Anda. Selamat Anda mendapat hidayah dari Allah.


Mengetahui,
Kepala SMAN 2 Pasuruan                                                                      Peneliti,



Drs, Syarnali                                                                                           Imron Rosidi



MODEL 3


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA
KODE KD : M.11.1


NAMA SEKOLAH SMA NEGERI 2 PASURUAN
MATA PELAJARAN Bahasa Indonesia
KELAS/SEMESTER XI/5 (ganjil)
PROGRAM IPA/IPS
ASPEK PEMBELAJARAN Membaca
STANDAR KOMPETENSI Memahami ragam wacana tulis dengan membaca cepat dan membaca intensif
KOMPETENSI DASAR Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit
INDIKATOR • Mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
• Mampu meningkatkan daya konsentrasi
• Mampu meningkatkan daya ingat
• Mampu meningkatkan KEM siswa sampai 300 kpm
ALOKASI WAKTU 3 x 45 menit (1 pertemuan)

TUJUAN PEMBELAJARAN
TUJUAN • Siswa mampu mengoperasikan software MC
• Siswa mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
• Siswa mampu meningkatkan daya konsentrasi
• Siswa mampu meningkatkan daya ingat
• Siswa mampu meningkatkan KEM siswa sampai 300 kpm


KARAKTER YANG DIHARAPKAN
KARAKTER • Kerja keras
• Menghargai prestasi
• Gemar membaca

MATERI PEMBELAJARAN
MATERI POKOK
PEMBELAJARAN
MENGUNGKAPKAN POKOK-POKOK ISI BACAAN
DENGAN TEKNIK MEMBACA CEPAT

‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗

Pembelajaran Kesatu

Kompetensi Dasar

Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit

Indikator
        a. Mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
        b. Mampu meningkatkan daya konsentrasi
        c. Mampu meningkatkan daya ingat
        d. Mampu menemukan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit
Berbagai sumber informasi terus mengalir di era global ini, baik melalui media elektronik maupun non-elektronik. Salah satu sumber informasi non-elektronik adalah buku. Dalam sebuah buku terdapat berbagai bahan bacaan. Agar semua bacaan dapat dipahami secara cepat, Anda harus memiliki kemampuan menemukan pokok-pokok isi bacaan dengan membaca cepat di atas 300 kpm. Kemampuan ini tidak dapat diperoleh tanpa berlatih. Nah, dalam pembelajaran kali ini Anda diajak untuk berlatih membaca cepat secara terpandu dengan menggunakan software MC. Kegiatan pembelajaran dapat dilakukan secara berpasangan.


Ringkasan Materi
             Kemampuan membaca cepat adalah kemampuan menyelesaikan pembacaan sebuah bahan bacaan yang diikuti dengan pemahaman yang memadai. Ukuran kecepatan membaca adalah kata per menit (kpm), yaitu ada berapa kata yang dapat Anda baca setiap menitnya. Kecepatan membaca siswa SMA kelas XI diharapkan ± 300 kpm setelah digabungkan dengan skor pemahaman siswa terhadap isi bacaan.
        Untuk memahami isi bacaan, Anda perlu memperhatikan isi pokok dalam setiap paragraf. Anda perlu memperhatikan angka-angka maupun penjelasan penting dalam bacaan. Pada umumnya, isi penting dalam bacaan dapat ditemukan di awal paragraf.
      Teknik membaca cepat secara tepat
      1. Bacalah teks pada kelompok-kelompok kata, bukan kata demi kata!
      2. Hindari mengulang-ulang kata atau kelompok kata yang telah dibaca! Meskipun Anda ragu dengan makna kata tertentu, teruskan saja sebab makna kata itu nanti akan muncul dengan sendirinya.
      3. Hindari berhenti lama di awal baris atau kalimat. Hal itu dapat memutuskan hubungan makna antarkalimat atau antarparagraf. Selain itu, Anda bisa lupa dengan apa yang baru dibaca. Berhentilah agak lama di akhir-akhir bab, atau subbab atau bila ada judul baru!
      4. Temukan kata-kata kunci yang menjadi tanda awal dari adanya gagasan utama sebuah kalimat!
      5. Abaikan kata-kata tugas yang sifatnya berulang-ulang, misalnya yang, di, dari, pada, dan kepada, untuk, dan sebagainya.
      6. Apabila bacaannya ditulis dalam kolom-kolom kecil (seperti di surat kabar), arah gerak mata bukan ke samping secara horisontal, tetapi ke bawah (vertikal) atau melingkar-lingkar.

             Apabila Anda merasa bahwa kecepatan membaca Anda belum memadai, cobalah untuk berlatih meningkatkannya KEM Anda dengan menggunakan software. MC Adapun langkah-langkah menggunakan software MC sebagai berikut.
    1. Klik Start – All Program – Kem – Kem.
    2. Masukkan User dan Password dengan: .
        User : IMRON.
            Password : 1966.
    3. Lakukan input peserta dengan meng-klik INPUT DATA, kemudian pilih dan klik INPUT DAFTAR PESERTA. Apabila nama siswa sudah di-input oleh guru, siswa tinggal mengisi kode, lalu enter. Identitas siswa akan muncul..

    4. Melakukan pelatihan awal dengan meng-klik Latihan Awal. Pada latihan ini, siswa dapat melakukan pelatihan sebanyak 11 bagian dan semua sudah ada petunjuknya. Siswa dapat juga melakukan pelatihan awal secara per bagian, berdasarkan keinginan siswa.
.
    5. Melakukan kegiatan pengukuran KEM dengan meng-klik Latihan Soal, kemudian pilih dan klik Latihan Kecepatan Efektif Membaca, maka akan keluar aplikasi yang diharapkan. .
.
    6. Masukkan nomor peserta, pilih Kode file atas Bacaan yang diinginkan, kemudian klik tombol mulai membaca. Apabila sudah selesai membaca, klik tombol berhenti membaca dan klik tombol mengerjakan soal..

    7. Perhatikan hasil KEM Anda dan rekomendasi KEM Anda! .
.
Uji Kompetensi 1
    1. Meningkatkan Kemampuan Mata
         a. Ikutilah gerakan lingkaran hitam berikut dengan gerak mata Anda masing-masing selama 20 detik secara bergantian!.

         b. Ikutilah gerakan hitam berbentuk bintang ini dengan gerakan mata Anda selama 20 detik secara bergantian!.

    2. Meningkatkan Konsentrasi
        a. Temukan kata yang sama, kemudian klik kata yang sama dengan cepat dan catat waktu tempuh Anda dan berapa kesalahannya!

         b. Pandanglah gambar berikut dan hitunglah dengan cepat dengan mengisi kotak di bawahnya! Lihat waktu yang Anda butuhkan!

    3. Meningkatkan Kemampuan Daya Ingat
        a. Pandanglah angka-angka berikut dan ingatlah angka-angka tersebut selama 30 detik! Tuliskan angka yang Anda ingat pada kotak yang telah tersedia!

        b. Pandanglah gambar di bawah ini selama 30 detik, kemudian ingatlah gambar-gambar tersebut! Usahakan daya ingat Anda 75% atau tidak kurang dari 12 benda!

Uji Kompetensi 2
Menemukan pokok-pokok isi bacaan dengan Membaca Cepat 300 Kata per Menit
Lakukan pengukuran kecepatan membaca Anda dengan kegiatan pembelajaran sebagai berikut!
f. Bukalah software MC! !
g. Lakukan pelatihan awal sebelum mengukur KEM Anda! !
h. Klik soal dan klik latihan KEM! !
i. Lakukan beberapa kali dan catat perkembangan KEM Anda! !
j. Kirimkan hasil KEM Anda ke email guru Anda! !
Rumus
             K. 60
KEM = ––––––
             Wd

Keterangan
KEM: Kec. Efektif Membaca
K : jumlah kata
Wd : waktu dlm detik


METODE PEMBELAJARAN
CeramahTeknik membaca cepat dengan memperhatikan pokok-pokok
isi bacaan
-Diskusi Kelompok-
-Tanya Jawab-
Penugasan<./td>● Mengukur KEM
Demonstrasi● Menggerakkan mata
● Meningkatkan konsentrasi
● Meningkatkan daya ingat
● Membaca cepat untuk mencari pokok-pokok isi bacaan
● Mengukur KEM

KEGIATAN PEMBELAJARAN
TAHAPKEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN AWAL
(Apersepsi/Motivasi)
20 menit
● Guru mengajak siswa menuju ruang komputer dan duduk berdua dalam satu komputer.
● Siswa berdoa sebelum pelajaran dimulai
● Guru mempresensi siswa
● Guru memberikan informasi tentang KD yang akan dicapai
● Guru menanyakan kepada siswa tentang hal-hal yang yang sudah diketahui tentang membaca cepat
KEGIATAN INTI
100 menit
A. Eksplorasi
• Siswa mendapatkan stimulus berupa penjelasan guru tentang teknik membaca cepat yang efektif sebuah bacaan.
• Siswa mendapatkan stimulus berupa penjelasan guru tentang teknik membaca cepat berbasis e-Learning melalui LCD di dalam laboratorium komputer.
• Siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami, khususnya tentang pengoperasian software MC dalam pembelajaran membaca cepat. .
• Siswa mempraktikkan cara mengoperasikan software MC melalui kegiatan berdiskusi dengan teman sekelasnya.

B. Elaborasi
• Siswa membuka software MC untuk melakukan pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning.
• Siswa melakukan pengisian identitas secara bergantian.
• Siswa melakukan pelatihan awal dengan melihat titik hitam secara cepat
• Siswa menjumlah gambar yang disusun secara vertikal secara cepat
• Siswa memberi tanda dengan cepat pada kata yang sama dengan kata kunci
• Siswa mengingat deretan angka yang dibaca dan menuliskan kembali pada kotak yang tersedia.
• Siswa mengingat nama gambar yang diingat dan menuliskan kembali pada kotak yang tersedia.
• Siswa mulai membaca bacaan yang dipilih dengan cepat.
• Siswa melakukan pengukuran pemahaman dengan mengisi pertanyaan yang sesuai dengan bacaan
• Siswa memperhatikan hasil KEM dan rekomendasi terhadap tingkatan KEM yang diperoleh.
• Siswa pasangannya melakukan pengukuran membaca cepat
• Siswa pasangan melakukan pelatihan awal
• Siswa pasangan memilih bacaan lainnya untuk dibaca dengan cepat • Siswa pasangan mengisi soal pemahaman • Siswa pasangan memperhatikan rekomendasi KEM yang diperoleh.
C. Konfirmasi
• Siswa mendapat penjelasan guru tentang KEM yang dimiliki .
• Siswa yang memiliki KEM tertinggi mendapatkan reward dari guru.
KEGIATAN AKHIR
15 menit
• Guru bersama siswa menyimpulkan kelemahan siswa dalam melakukan kegiatan membaca cepat.
• Siswa mendapat tugas untuk melakukan pelatihan berulang-ulang di rumah dan melaporkan hasil perkembangan KEM-nya ke email guru.
• Guru memberi komentar terhadap perkembangan KEM siswa melalui email siswa

SUMBER BELAJAR
Pustaka rujukan • Majalah yang memuat berbagai artikel populer
• Surat kabar Jawa Pos atau lainnya yang memuat artikel
• Internet untuk mencari bahan bacaan
• Buku Teks SMA
Material: VCD,
kaset, poster
Software MC
Media cetak dan
elektronik
Berbagai bahan bacaan berupa artikel populer
Website internetSoftware MC (online)
• Bacaan berupa artikel populer
• Teori tentang teknik membaca cepat
• Pengiriman hasil kerja siswa ke email guru
-Narasumber
-Model peraga
-Lingkungan

PENILAIAN
TEKNIK DAN BENTUK-Tes Lisan
Tes Tertulis
Observasi Kinerja/Demonstrasi
-Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas individu
-Pengukuran Sikap
Penilaian diri
INSTRUMEN /SOAL● Soal pemahaman isi bacaan
RUBRIK/KRITERIA
PENILAIAN/BLANGKO
OBSERVASI
● Blanko Tingkat KEM Siswa


A. Lembar Kerja Siswa
       1. Lakukan pelatihan awal untuk meningkatkan kemampuan gerak mata, daya konsentrasi, dan daya ingat Anda dalam pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning dengan menggunakan software MC!

       2. Lakukan pengukuran KEM Anda dengan software MC secara bergantian!

       3. Bagaimana tingkat KEM Anda?

B. Instrumen Penilaian

Instrumen Penilaian Guru terhadap Tingkat KEM Siswa

NAMA SISWA        : ....................................
KELAS/NOMOR : ....................................

NOKEMREKOMENDASI
1.Di bawah 250 kpmAnda dikatagorikan pembaca lambat. Kecepatan membaca Anda di bawah rata-rata, dan hal ini akan menjadi masalah terhadap belajar Anda sehari-hari. Anda masih banyak kesempatan untuk meningkat-kan kemampuan membaca Anda. Anda perlu berlatih lebih giat lagi.
2.250 kpm - 400 kpm Anda dikatagorikan pembaca sedang. Kebanyakan orang masuk kategori ini. Anda membaca dengan subvocalization, yang berarti ada ucapan internal (mengeja dalam hati) yang terjadi ketika Anda membaca. Membaca cepat Anda dapat lebih ditingkatkan dengan menghilangkan subvocalization dan mencari teknik membaca cepat lainnya. Anda masih perlu berlatih lagi.
3.400 kpm - 450 kpm Anda dikatagorikan pembaca standar. Kecepatan membaca Anda sudah cukup dalam arti Anda tidak perlu memaksakan diri dan Anda tetap dapat menjaga kecepatan membaca Anda secara normal. Beberapa teknik membaca cepat pasti dapat membantu untuk mempertahankan kemampuan Anda. Anda beruntung telah memiliki kecepatan membaca di atas rata-rata. Anda bisa berlatih lagi.
4.450 kpm – 600 kpm Anda dikatagorikan pembaca tingkat tinggi. Kecepatan membaca Anda tinggi dan dapat dicapai hanya kurang dari 1 persen dari penduduk dunia, meskipun masih banyak yang menganggap lebih besar dari itu. Dengan kemampuan alami, Anda secara unik diposisikan langsung ke dalam kategori pembaca kecepatan tertinggi dengan menerapkan teknik-teknik membaca khusus yang diperuntukkan bagi orang-orang maju seperti Anda. Selamat Anda mendapat hidayah dari Allah.


Mengetahui,
Kepala SMAN 2 Pasuruan                                                                      Peneliti,



Drs, Syarnali                                                                                           Imron Rosidi



MODEL 4


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA
KODE KD : M.11.1


NAMA SEKOLAH SMA NEGERI 2 PASURUAN
MATA PELAJARAN Bahasa Indonesia
KELAS/SEMESTER XI/5 (ganjil)
PROGRAM IPA/IPS
ASPEK PEMBELAJARAN Membaca
STANDAR KOMPETENSI Memahami ragam wacana tulis dengan membaca cepat dan membaca intensif
KOMPETENSI DASAR Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit
INDIKATOR • Mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
• Mampu meningkatkan daya konsentrasi
• Mampu meningkatkan daya ingat
• Mampu meningkatkan KEM siswa sampai 300 kpm
ALOKASI WAKTU 3 x 45 menit (1 pertemuan)

TUJUAN PEMBELAJARAN
TUJUAN • Siswa mampu mengoperasikan software MC
• Siswa mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
• Siswa mampu meningkatkan daya konsentrasi
• Siswa mampu meningkatkan daya ingat
• Siswa mampu meningkatkan KEM siswa sampai 300 kpm


KARAKTER YANG DIHARAPKAN
KARAKTER • Kerja keras
• Menghargai prestasi
• Gemar membaca

MATERI PEMBELAJARAN
MATERI POKOK
PEMBELAJARAN
MENGUNGKAPKAN POKOK-POKOK ISI BACAAN
DENGAN TEKNIK MEMBACA CEPAT

‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗

Pembelajaran Kesatu

Kompetensi Dasar

Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit

Indikator
        a. Mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
        b. Mampu meningkatkan daya konsentrasi
        c. Mampu meningkatkan daya ingat
        d. Mampu menemukan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit
Berbagai sumber informasi terus mengalir di era global ini, baik melalui media elektronik maupun non-elektronik. Salah satu sumber informasi non-elektronik adalah buku. Dalam sebuah buku terdapat berbagai bahan bacaan. Agar semua bacaan dapat dipahami secara cepat, Anda harus memiliki kemampuan menemukan pokok-pokok isi bacaan dengan membaca cepat di atas 300 kpm. Kemampuan ini tidak dapat diperoleh tanpa berlatih. Nah, dalam pembelajaran kali ini Anda diajak untuk berlatih membaca cepat secara terpandu dengan menggunakan software MC.


Ringkasan Materi
              Kemampuan membaca cepat adalah kemampuan menyelesaikan pembacaan sebuah bahan bacaan yang diikuti dengan pemahaman yang memadai. Ukuran kecepatan membaca adalah kata per menit (kpm), yaitu ada berapa kata yang dapat Anda baca setiap menitnya. Kecepatan membaca siswa SMA kelas XI diharapkan ± 300 kpm setelah digabungkan dengan skor pemahaman siswa terhadap isi bacaan. Pemahaman terhadap bacaan dinilai memadai jika Anda dapat menjawab pertanyaan sekitar 75%
        Untuk dapat membaca secara cepat dan efektif, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu penghambat membaca cepat dan teknik membaca dengan tepat. Kedua hal tersebut akan disajikan di bawah ini.
      Penghambat membaca cepat 1. Vokalisasi yaitu membaca dengan bersuara.
2. Gerakan bibir yaitu mengucapkan kata demi kata apa yang dibaca dengan menggerakkan bibir.
3. Gerakan kepala, artinya menggerakkan kepala dari kiri ke kanan untuk dapat membaca baris-baris bacaan secara lengkap.
4. Menunjuk dengan jari, artinya menunjuk dengan jari kata demi kata yang dibacanya.
5. Regresi, artinya mata bergerak kembali ke belakang untuk membaca ulang suatu kata atau beberapa kata sebelumnya.
6. Subvokalisasi, yaitu melafalkan dalam batin/pikiran kata-kata yang dibaca.

      Teknik membaca cepat secara tepat
      1. Bacalah teks pada kelompok-kelompok kata, bukan kata demi kata!
      2. Hindari mengulang-ulang kata atau kelompok kata yang telah dibaca! Meskipun Anda ragu dengan makna kata tertentu, teruskan saja sebab makna kata itu nanti akan muncul dengan sendirinya.
      3. Hindari berhenti lama di awal baris atau kalimat. Hal itu dapat memutuskan hubungan makna antarkalimat atau antarparagraf. Selain itu, Anda bisa lupa dengan apa yang baru dibaca. Berhentilah agak lama di akhir-akhir bab, atau subbab atau bila ada judul baru!
      4. Temukan kata-kata kunci yang menjadi tanda awal dari adanya gagasan utama sebuah kalimat!
      5. Abaikan kata-kata tugas yang sifatnya berulang-ulang, misalnya yang, di, dari, pada, dan kepada, untuk, dan sebagainya.
      6. Apabila bacaannya ditulis dalam kolom-kolom kecil (seperti di surat kabar), arah gerak mata bukan ke samping secara horisontal, tetapi ke bawah (vertikal) atau melingkar-lingkar.

              Bagaimana meningkatkan kecepatan membaca Anda? Apabila Anda merasa bahwa kecepatan membaca Anda belum memadai, cobalah untuk berlatih meningkatkannya KEM Anda dengan menggunakan software MC. Dalam software MC terdapat pelatihan awal yang meliputi pelatihan gerak mata, pelatihan konsentrasi, dan pelatihan daya ingat. Apabila pernah melakukan kegiatan ini, Anda bisa tidak melakukan kegiatan pelatihan gerak mata. Hal ini dapat menghemat waktu sehingga Anda dapat melakukan pengukuran secara berulang-ulang.
.
             Adapun langkah-langkah menggunakan software MC sebagai berikut.
    1. Klik Start – All Program – Kem – Kem.
    2. Masukkan User dan Password dengan: .
        User : IMRON.
            Password : 1966.
    3. Lakukan input peserta dengan meng-klik INPUT DATA, kemudian pilih dan klik INPUT DAFTAR PESERTA. Apabila nama siswa sudah di-input oleh guru, siswa tinggal mengisi kode, lalu enter. Identitas siswa akan muncul..

    4. Melakukan pelatihan awal dengan meng-klik Latihan Awal. Pada latihan ini, siswa dapat melakukan pelatihan sebanyak 11 bagian dan semua sudah ada petunjuknya. Siswa dapat juga melakukan pelatihan awal secara per bagian, berdasarkan keinginan siswa.
.
    5. Melakukan kegiatan pengukuran KEM dengan meng-klik Latihan Soal, kemudian pilih dan klik Latihan Kecepatan Efektif Membaca, maka akan keluar aplikasi yang diharapkan. .
.
    6. Masukkan nomor peserta, pilih Kode file atas Bacaan yang diinginkan, kemudian klik tombol mulai membaca. Apabila sudah selesai membaca, klik tombol berhenti membaca dan klik tombol mengerjakan soal..

    7. Perhatikan hasil KEM Anda dan rekomendasi KEM Anda! .
.
Uji Kompetensi 1
    a. Meningkatkan Konsentrasi
        Temukan kata yang sama, kemudian klik kata yang sama dengan cepat dan catat waktu tempuh Anda dan berapa kesalahannya!

    b. Meningkatkan Kemampuan Daya Ingat

        b. Pandanglah gambar di bawah ini selama 30 detik, kemudian ingatlah gambar-gambar tersebut! Usahakan daya ingat Anda 75% atau tidak kurang dari 12 benda!

Uji Kompetensi 2
Menemukan pokok-pokok isi bacaan dengan Membaca Cepat 300 Kata per Menit
Lakukan pengukuran kecepatan membaca Anda dengan kegiatan pembelajaran sebagai berikut!
k. Bukalah software MC! !
l. Lakukan pelatihan awal sebelum mengukur KEM Anda! !
m. Klik soal dan klik latihan KEM! !
n. Lakukan beberapa kali dan catat perkembangan KEM Anda! !
o. Kirimkan hasil KEM Anda ke email guru Anda! !
Rumus
           K. 60
KEM = ––––––
           Wd

Keterangan
KEM: Kec. Efektif Membaca
K : jumlah kata
Wd : waktu dlm detik


METODE PEMBELAJARAN
CeramahTeknik membaca cepat dengan memperhatikan pokok-pokok
isi bacaan
-Diskusi Kelompok-
-Tanya Jawab-
Penugasan<./td>● Mengukur KEM
Demonstrasi● Menggerakkan mata
● Meningkatkan konsentrasi
● Meningkatkan daya ingat
● Membaca cepat untuk mencari pokok-pokok isi bacaan
● Mengukur KEM

KEGIATAN PEMBELAJARAN
TAHAPKEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN AWAL
(Apersepsi/Motivasi)
20 menit
● Guru mengajak siswa menuju ruang komputer.
● Siswa berdoa sebelum pelajaran dimulai
● Guru mempresensi siswa
● Guru memberikan informasi tentang KD yang akan dicapai
● Guru menanyakan kepada siswa tentang hal-hal yang yang sudah diketahui tentang membaca cepat
KEGIATAN INTI
100 menit
A. Eksplorasi
• Siswa mendapatkan stimulus berupa penjelasan guru tentang teknik membaca cepat yang efektif sebuah bacaan.
• Siswa mendapatkan stimulus berupa penjelasan guru tentang teknik membaca cepat berbasis e-Learning melalui LCD di dalam laboratorium komputer.
• Siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami, khususnya tentang pengoperasian software MC dalam pembelajaran membaca cepat. .
• Siswa mempraktikkan cara mengoperasikan software MC melalui kegiatan berdiskusi dengan teman sekelasnya.

B. Elaborasi
• Siswa membuka software MC untuk melakukan pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning.
• Siswa melakukan pelatihan awal dengan melihat titik hitam secara cepat
• Siswa menjumlah gambar yang disusun secara vertikal secara cepat
• Siswa memberi tanda dengan cepat pada kata yang sama dengan kata kunci
• Siswa melakukan pengukuran KEM dengan memulai kegiatan dengan memilih identitas yang sesuai
• Siswa mulai membaca bacaan yang telah ditentukan guru secara cepat.
• Siswa melakukan pengukuran pemahaman dengan mengisi pertanyaan yang sesuai dengan bacaan
• Siswa memperhatikan hasil KEM dan rekomendasi terhadap tingkatan KEM yang diperoleh.
C. Konfirmasi
• Siswa mendapat penjelasan guru tentang KEM yang dimiliki .
• Siswa yang memiliki KEM tertinggi mendapatkan reward dari guru.
KEGIATAN AKHIR
15 menit
• Guru bersama siswa menyimpulkan kelemahan siswa dalam melakukan kegiatan membaca cepat.
• Siswa mendapat tugas untuk melakukan pelatihan berulang-ulang di rumah dan melaporkan hasil perkembangan KEM-nya ke email guru.
• Guru memberi komentar terhadap perkembangan KEM siswa melalui email siswa
>

SUMBER BELAJAR
Pustaka rujukan • Majalah yang memuat berbagai artikel populer
• Surat kabar Jawa Pos atau lainnya yang memuat artikel
• Internet untuk mencari bahan bacaan
• Buku Teks SMA
Material: VCD,
kaset, poster
Software MC
Media cetak dan
elektronik
Berbagai bahan bacaan berupa artikel populer
Website internetSoftware MC (online)
• Bacaan berupa artikel populer
• Teori tentang teknik membaca cepat
• Pengiriman hasil kerja siswa ke email guru
-Narasumber
-Model peraga
-Lingkungan

PENILAIAN
TEKNIK DAN BENTUK-Tes Lisan
Tes Tertulis
Observasi Kinerja/Demonstrasi
-Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas individu
-Pengukuran Sikap
Penilaian diri
INSTRUMEN /SOAL● Soal pemahaman isi bacaan
RUBRIK/KRITERIA
PENILAIAN/BLANGKO
OBSERVASI
● Blanko Tingkat KEM Siswa


A. Lembar Kerja Siswa
       1. Lakukan pelatihan awal untuk meningkatkan kemampuan daya konsentrasi, dan daya ingat Anda dalam pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning dengan menggunakan software MC!

       2. Lakukan pengukuran KEM Anda dengan software MC secara bergantian!

B. Instrumen Penilaian

Instrumen Penilaian Guru terhadap Tingkat KEM Siswa

NAMA SISWA        : ....................................
KELAS/NOMOR : ....................................

NOKEMREKOMENDASI
1.Di bawah 250 kpmAnda dikatagorikan pembaca lambat. Kecepatan membaca Anda di bawah rata-rata, dan hal ini akan menjadi masalah terhadap belajar Anda sehari-hari. Anda masih banyak kesempatan untuk meningkat-kan kemampuan membaca Anda. Anda perlu berlatih lebih giat lagi.
2.250 kpm - 400 kpm Anda dikatagorikan pembaca sedang. Kebanyakan orang masuk kategori ini. Anda membaca dengan subvocalization, yang berarti ada ucapan internal (mengeja dalam hati) yang terjadi ketika Anda membaca. Membaca cepat Anda dapat lebih ditingkatkan dengan menghilangkan subvocalization dan mencari teknik membaca cepat lainnya. Anda masih perlu berlatih lagi.
3.400 kpm - 450 kpm Anda dikatagorikan pembaca standar. Kecepatan membaca Anda sudah cukup dalam arti Anda tidak perlu memaksakan diri dan Anda tetap dapat menjaga kecepatan membaca Anda secara normal. Beberapa teknik membaca cepat pasti dapat membantu untuk mempertahankan kemampuan Anda. Anda beruntung telah memiliki kecepatan membaca di atas rata-rata. Anda bisa berlatih lagi.
4.450 kpm – 600 kpm Anda dikatagorikan pembaca tingkat tinggi. Kecepatan membaca Anda tinggi dan dapat dicapai hanya kurang dari 1 persen dari penduduk dunia, meskipun masih banyak yang menganggap lebih besar dari itu. Dengan kemampuan alami, Anda secara unik diposisikan langsung ke dalam kategori pembaca kecepatan tertinggi dengan menerapkan teknik-teknik membaca khusus yang diperuntukkan bagi orang-orang maju seperti Anda. Selamat Anda mendapat hidayah dari Allah.


Mengetahui,
Kepala SMAN 2 Pasuruan                                                                 Peneliti,



Drs, Syarnali                                                                                      Imron Rosidi



MODEL 5


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA SMA
KODE KD : M.11.1


NAMA SEKOLAH SMA NEGERI 2 PASURUAN
MATA PELAJARAN Bahasa Indonesia
KELAS/SEMESTER XI/5 (ganjil)
PROGRAM IPA/IPS
ASPEK PEMBELAJARAN Membaca
STANDAR KOMPETENSI Memahami ragam wacana tulis dengan membaca cepat dan membaca intensif
KOMPETENSI DASAR Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit
INDIKATOR • Mampu meningkatkan kemampuan gerak mata
• Mampu meningkatkan daya konsentrasi
• Mampu meningkatkan daya ingat
• Mampu meningkatkan KEM siswa sampai 300 kpm
ALOKASI WAKTU 3 x 45 menit (1 pertemuan)


TUJUAN PEMBELAJARAN
TUJUAN • Siswa mampu memasukkan identitas dalam software MC
• Siswa mampu memasukkan bacaan baru dalam software MC
• Siswa mampu meningkatkan daya ingat
• Siswa mampu meningkatkan KEM siswa sampai 300 kpm
• Siswa mampu mendokumentasikan perkembangan KEM-nya


KARAKTER YANG DIHARAPKAN
KARAKTER • Kerja keras
• Menghargai prestasi
• Gemar membaca

MATERI PEMBELAJARAN
MATERI POKOK
PEMBELAJARAN
MENGUNGKAPKAN POKOK-POKOK ISI BACAAN
DENGAN TEKNIK MEMBACA CEPAT

‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗

Pembelajaran Kesatu


Kompetensi Dasar

Mengungkapkan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit

Indikator
•         a. Mampu meningkatkan daya konsentrasi
        b. Mampu meningkatkan daya ingat
        c. Mampu menemukan pokok-pokok isi teks dengan membaca cepat 300 kata per menit
        d. Mampu mendokumentasikan perkembangan KEM-nya

Kemampuan membaca cepat dapat terus ditingkatkan dengan kegiatan gemar membaca. Dengan gemar membaca, seseorang akan memiliki kosa kata yang cukup baik. Selain itu, kegiatan pelatihan membaca cepat yang dilakukan berulang-ulang juga dapat meningkatkan daya ingat seseorang. Adapun KEM yang diamanatkan dalam kurikulum untuk siswa SMA kelas XI adalah 300 kpm. Nah, dalam pembelajaran kali ini Anda diajak untuk berlatih membaca cepat secara terpandu dengan menggunakan software MC.


Ringkasan Materi
              Pemahaman seseorang terhadap isi bacaan sangat menentukan tingkat KEM seseorang. Kecepatan tanpa dibarengi tingkat pemahaman yang baik akan berdampak pada tingkat KEM seseorang. Pemahaman dapat dilatih dengan pelatihan-pelatihan daya ingat yang ada dalam software MC. Selain itu, pemahaman dapat ditingkatkan dengan banyak membaca.
             Kecepatan membaca siswa SMA kelas XI diharapkan ± 300 kpm setelah digabungkan dengan skor pemahaman siswa terhadap isi bacaan. Pemahaman terhadap bacaan dinilai memadai jika Anda dapat menjawab pertanyaan sekitar 75%. Pemahaman yang baik dapat memperbesar skor KEM siswa karena skor KEM diperoleh dengan memadukan waktu tempuh baca dengan pemahaman isi bacaan.
Bagaimana Cara Melipatgandakan kecepatan Membaca?
             Untuk membekali kemampuan membaca Anda di SMA, pada pelajaran berikut ini coba ukurlah kecepatan membaca Anda. Ukuran kecepatan membaca adalah kata per menit (KPm), yaitu ada berapa kata yang dapat Anda baca setiap menitnya. Berikut ini daftar kecepatan membaca yang ideal untuk beberapa kategori siswa. Siswa SD/SLTP: 200 s.d. 250 kata/menit; siswa SMU: 250 s.d. 300 kata/menit; mahasiswa: 325 kata/menit; dan mahasiswa pascasarjana: 400 kata/menit. Pemahaman terhadap bacaan dinilai memadai jika Anda dapat menjawab pertanyaan tentang bacaan antara 60% s.d. 75%. Berlatihlah meningkatkan kecepatan membaca!

             Apabila merasa bahwa kecepatan membaca Anda belum memadai, cobalah untuk berlatih meningkatkannya. Untuk meningkatkan kecepatan membaca, Anda ikuti saran berikut ini.
1. Setiap kali membaca, jangan membaca kata demi kata. Biasakan untuk membaca pada kelompok-kelompok kata.
2. Jangan mengulang-ulang kata atau kalimat yang telah dibaca. Jika Anda ragu mengenai makna kata tertentu, teruskan saja. Nanti makna kata itu akan muncul dengan sendirinya.
3. Jangan selalu berhenti lama di awal baris atau kalimat. Ini akan memutuskan hubungan makna antarkalimat atau antarparagraf. Anda bisa lupa dengan apa yang baru dibaca..
4. Carilah kata-kata kunci yang menjadi tanda awal dari adanya gagasan utama sebuah kalimat.
5. Abaikan saja kata-kata tugas yang sifatnya berulang-ulang, misalnya, yang, di, dari, pada, se-, dan, buah, ekor, kepada, untuk, dan sebagainya. Pada kalimat ”Gubernur Jatim pada hari ini, dilantik untuk kedua kalinya.,” yang dibaca cukup ”Gubernur Jatim, ..., ... dilantik …. Kedua kali.” Jadi irit, bukan?
6. Jika dalam penulisan bacaan itu dalam bentuk kolom-kolom kecil (seperti di surat kabar), arah gerak mata bukan ke samping secara horisontal, tetapi ke bawah (vertikal) atau melingkar-lingkar.
              Apabila Anda merasa bahwa kecepatan membaca Anda belum memadai, cobalah untuk berlatih meningkatkannya KEM Anda dengan menggunakan software MC. Dalam software MC terdapat pelatihan awal yang meliputi pelatihan gerak mata, pelatihan konsentrasi, dan pelatihan daya ingat. Apabila pernah melakukan kegiatan ini, Anda bisa tidak melakukan kegiatan pelatihan gerak mata dan konsentrasi. Hal ini dapat menghemat waktu sehingga Anda dapat melakukan pengukuran secara berulang-ulang. Adapun langkah-langkah menggunakan software MC sebagai berikut.     1. Klik Start – All Program – Kem – Kem.
    2. Masukkan User dan Password dengan: .
        User : IMRON.
            Password : 1966.
    3. Lakukan input peserta dengan meng-klik INPUT DATA, kemudian pilih dan klik INPUT DAFTAR PESERTA. Apabila nama siswa sudah di-input oleh guru, siswa tinggal mengisi kode, lalu enter. Identitas siswa akan muncul..

    4. Melakukan pelatihan awal dengan meng-klik Latihan Awal. Pada latihan ini, siswa dapat melakukan pelatihan sebanyak 11 bagian dan semua sudah ada petunjuknya. Siswa dapat juga melakukan pelatihan awal secara per bagian, berdasarkan keinginan siswa.
.
    5. Melakukan kegiatan pengukuran KEM dengan meng-klik Latihan Soal, kemudian pilih dan klik Latihan Kecepatan Efektif Membaca, maka akan keluar aplikasi yang diharapkan. .
.
    6. Masukkan nomor peserta, pilih Kode file atas Bacaan yang diinginkan, kemudian klik tombol mulai membaca. Apabila sudah selesai membaca, klik tombol berhenti membaca dan klik tombol mengerjakan soal..

    7. Perhatikan hasil KEM Anda dan rekomendasi KEM Anda. .
.
Uji Kompetensi 1
    1. Meningkatkan Kemampuan Mata
         a. Ikutilah gerakan lingkaran hitam berikut dengan gerak mata Anda masing-masing selama 20 detik! .

         b. Ikutilah gerakan hitam berbentuk bintang ini dengan gerakan mata Anda selama 20 detik! .

    2. Meningkatkan Konsentrasi
        a. Temukan kata yang sama, kemudian klik kata yang sama dengan cepat dan catat waktu tempuh Anda dan berapa kesalahannya!

         b. Pandanglah gambar berikut dan hitunglah dengan cepat dengan mengisi kotak di bawahnya! Lihat waktu yang Anda butuhkan!

    3. Meningkatkan Kemampuan Daya Ingat
        a. Pandanglah angka-angka berikut dan ingatlah angka-angka tersebut selama 30 detik! Tuliskan angka yang Anda ingat pada kotak yang telah tersedia!

        b. Pandanglah gambar di bawah ini selama 30 detik, kemudian ingatlah gambar-gambar tersebut! Usahakan daya ingat Anda 75% atau tidak kurang dari 12 benda!

Uji Kompetensi 2

Menemukan pokok-pokok isi bacaan dengan Membaca Cepat 300 Kata per Menit
Lakukan pengukuran kecepatan membaca Anda dengan kegiatan pembelajaran sebagai berikut!
a. Bukalah software MC! !
b. Lakukan pelatihan awal sebelum mengukur KEM Anda! !
c. Klik soal dan klik latihan KEM! !
d. Lakukan beberapa kali dan catat perkembangan KEM Anda! !
e. Kirimkan hasil KEM Anda ke email guru Anda! !
Rumus
           K. 60
KEM = ––––––
           Wd

Keterangan
KEM: Kec. Efektif Membaca
K : jumlah kata
Wd : waktu dlm detik


METODE PEMBELAJARAN
CeramahTeknik membaca cepat dengan memperhatikan pokok-pokok
isi bacaan
-Diskusi Kelompok-
-Tanya Jawab-
Penugasan<./td>● Mengukur KEM
Demonstrasi● Menggerakkan mata
● Meningkatkan konsentrasi
● Meningkatkan daya ingat
● Membaca cepat untuk mencari pokok-pokok isi bacaan
● Mengukur KEM

KEGIATAN PEMBELAJARAN
TAHAPKEGIATAN PEMBELAJARAN
KEGIATAN AWAL
(Apersepsi/Motivasi)
20 menit
● Guru mengajak siswa menuju ruang komputer
● Siswa berdoa sebelum pelajaran dimulai
● Guru mempresensi siswa
● Guru memberikan informasi tentang KD yang akan dicapai
● Guru menanyakan kepada siswa tentang hal-hal yang sudah diketahui tentang membaca cepat
KEGIATAN INTI
100 menit
A. Eksplorasi
• Siswa mendapatkan stimulus berupa penjelasan guru pentingnya pemahaman dalam membaca cepat.
• Siswa mendapatkan stimulus berupa penjelasan guru tentang cara menginstal laptop dengan software MC.
• Siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami, khususnya tentang pengoperasian software MC dalam pembelajaran membaca cepat.

.
B. Elaborasi
• Siswa menginstal laptop yang dibawa dengan software MC.
• Siswa membuka software MC untuk melakukan pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning.
• Siswa memasukkan daftar peserta dalam software MC.
• Siswa memasukkan bacaan baru dalam software MC.
• Siswa melakukan pelatihan awal dengan mengingat deretan angka yang telah dibaca.
• Siswa melakukan pelatihan awal dengan mengingat deretan nama gambar yang telah dibaca.
• Siswa melakukan pengukuran KEM dengan memilih bacaan sesuai dengan keinginannya
• Siswa melakukan pengukuran pemahaman dengan memilih abjad yang sesuai dengan pertanyaan dalam bacaan
• Siswa memperhatikan hasil KEM dan rekomendasi terhadap tingkatan KEM yang diperoleh.
• Siswa melakukan pengukuran KEM kembali dengan memilih bacaan lainnya.
• Siswa memperhatikan hasil KEM dan rekomendasi terhadap KEM yang dimiliki.
• Siswa mengirim hasil KEM yang dimiliki ke email guru
.
B. Konfirmasi • Siswa mendapat penjelasan guru tetang KEM yang dimiliki .
• Siswa yang memiliki KEM tertinggi mendapatkan reward dari guru.
KEGIATAN AKHIR
15 menit
• Guru bersama siswa menyimpulkan kelemahan siswa dalam melakukan kegiatan membaca cepat.
• Siswa mendapat tugas untuk melakukan pelatihan berulang-ulang di rumah dan melaporkan hasil perkembangan KEM-nya ke email guru.
• Guru memberi komentar terhadap perkembangan KEM siswa melalui email siswa
>

SUMBER BELAJAR
Pustaka rujukan • Majalah yang memuat berbagai artikel populer
• Surat kabar Jawa Pos atau lainnya yang memuat artikel
• Internet untuk mencari bahan bacaan
• Buku Teks SMA
Material: VCD,
kaset, poster
Software MC
Media cetak dan
elektronik
Berbagai bahan bacaan berupa artikel populer
Website internetSoftware MC (online)
• Bacaan berupa artikel populer
• Teori tentang teknik membaca cepat
• Pengiriman hasil kerja siswa ke email guru
-Narasumber
-Model peraga
-Lingkungan

PENILAIAN
TEKNIK DAN BENTUK-Tes Lisan
Tes Tertulis
Observasi Kinerja/Demonstrasi
-Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas individu
-Pengukuran Sikap
Penilaian diri
INSTRUMEN /SOAL● Soal pemahaman isi bacaan
RUBRIK/KRITERIA
PENILAIAN/BLANGKO
OBSERVASI
● Blanko Tingkat KEM Siswa


A. Lembar Kerja Siswa
       1. Lakukan pelatihan awal untuk meningkatkan kemampuan gerak mata, daya konsentrasi, dan daya ingat Anda dalam pembelajaran membaca cepat berbasis e-Learning dengan menggunakan software MC!

       2. Lakukan pengukuran KEM Anda dengan menggunakan software MC berulang-ulang!

B. Instrumen Penilaian

Instrumen Penilaian Guru terhadap Tingkat KEM Siswa

NAMA SISWA        : ....................................
KELAS/NOMOR : ....................................

NOKEMREKOMENDASI
1.Di bawah 250 kpmAnda dikatagorikan pembaca lambat. Kecepatan membaca Anda di bawah rata-rata, dan hal ini akan menjadi masalah terhadap belajar Anda sehari-hari. Anda masih banyak kesempatan untuk meningkat-kan kemampuan membaca Anda. Anda perlu berlatih lebih giat lagi.
2.250 kpm - 400 kpm Anda dikatagorikan pembaca sedang: Kebanyakan orang masuk kategori ini. Anda membaca dengan subvocalization, yang berarti ada ucapan internal (mengeja dalam hati) yang terjadi ketika Anda membaca. Membaca cepat Anda dapat lebih ditingkatkan dengan menghilangkan subvocalization dan mencari teknik membaca cepat lainnya. Anda masih perlu berlatih lagi.
3.400 kpm - 450 kpm Anda dikatagorikan pembaca standar. Kecepatan membaca Anda sudah cukup dalam arti Anda tidak perlu memaksakan diri dan Anda tetap dapat menjaga kecepatan membaca Anda secara normal. Beberapa teknik membaca cepat pasti dapat membantu untuk mempertahankan kemampuan Anda. Anda beruntung telah memiliki kecepatan membaca di atas rata-rata. Anda bisa berlatih lagi.
4.450 kpm – 600 kpm Anda dikatagorikan pembaca tingkat tinggi. Kecepatan membaca Anda tinggi dan dapat dicapai hanya kurang dari 1 persen dari penduduk dunia, meskipun masih banyak yang menganggap lebih besar dari itu. Dengan kemampuan alami, Anda secara unik diposisikan langsung ke dalam kategori pembaca kecepatan tertinggi dengan menerapkan teknik-teknik membaca khusus yang diperuntukkan bagi orang-orang maju seperti Anda. Selamat Anda mendapat hidayah dari Allah.


Mengetahui,
Kepala SMAN 2 Pasuruan                                                    Peneliti,



Drs, Syarnali                                                                  Imron Rosidi